Desa Sungai Tapang Akhirnya Dialiri Listrik

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 73

Desa Sungai Tapang Akhirnya Dialiri Listrik
NOTA KESEPAHAMAN - Bupati Sintang saat menandatangani nota kesepahaman antara PLN Area Sanggau dan Pemerintah Kabupaten Sintang, dalam acara peresmian pengoperasian Listrik Desa (Lisdes) di Desa Sungai Tapang, Selasa (5/12). (SP/Nana)

Setelah 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia


Bupati Sintang, Jarot Winarno
"Kalau kita dari kabupaten, tentunya akan mengutamakan azas keadilan. Jadi desa-desa induk atau desa lama itu lebih didahulukan. Kemudian tepi Kota Sintang perlu juga jadi perhatian"
 
SINTANG, SP - Warga Desa Sungai Tapang akhirnya memperoleh kesempatan untuk mengakses listrik dari PLN setelah 72 tahun Indonesia merdeka. Hal ini menyusul diresmikannya Listrik Desa (Lisdes) Sungai Tapang oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, Selasa (5/12).

Warga Desa Sungai Tapang, Ahmadi mengaku bahwa kehadiran PLN di wilayah tersebut sudah sangat lama dinantikan masyarakat, sebab selama ini sebagian besar warga mengantung akses listrik pada mesin genset yang tidak bisa dihidupkan full time lantaran memakan biaya yang tinggi. 

"Selama ini kita bergantung pada mesin genset, itu juga bagi yang punya saja. Kemudian pemakaian itu juga berat diongkos," ujarnya kepada Suara Pemred disela-sela menyaksikan acara peresmian Lisdes oleh pihak PLN dan Bupati Sintang yang berlangsung di Halaman Kantor Desa Sungai Tapang.

Secara umum cerita Ahmadi, bahwa masyarakat mengutamakan menghidupkan mesin genset pada saat menjelang petang hingga sekitar pukul 21.00-22.00 WIB. Setelah itu mesin genset dimatikan. 

"Kita ndak mampu sepanjang malam menghidupkan genset ini, diawal malam saja, untuk kebutuhan sebelum tidur seperti nonton televisi, " imbuhnya. 
Ahmadi merincikan pengeluaran untuk genset permalam bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000, tergantung samapai jam berapa mesin dihidupkan. 

"Kalau dari awal petang sampai jam sembilan malam itu bisa menghabiskan tiga liter, kalikan harga bensin di sini Rp10.000. Kalau rata-rata per malam kita habiskan Rp30.000, bisa dihitung sendiri berapa per bulannya, " ujar Ahmadi.

Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa untuk kebutuhan listrik di Kabupaten Sintang memang masih jauh tertinggal karena masih banyak desa yang belum teraliri listrik.

"Saat ini pihak PLN sendiri sedang melakukan pemaduan data, berapa desa yang sudah teraliri listrik dan berapa yang belum. Kemudian tentunya teman-teman PLN akan menghitung kebutuhan anggaran, menyampaikan dengan pusat di Jakarta untuk memastikan kita bisa dapat berapa bantuan listrik," ujarnya. 

Proses untuk membangun jaringan listrik juga diakui Jarot, harus didukung keterpaduan dengan pembangunan infrastruktur, karena itu antara Pemkab dan PLN memang harus bersinergi dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik di masyarakat. 

"PLN membutuhkan pendampingan bantuan dari Pemkab, utamanya masalah jalan. Contohnya di Hulu Jegara, di sana PLN sudah oke mau pasang listrik, tapi jalannya belum sehingga dari Pemkab harus memperbaiki kondisi itu," terangnya.

Jarot mengaku untuk masalah listrik memang bergantung pada PLN dalam menilai, namun karena masalah ini bukan hanya dihadapi oleh desa-desa terjauh dari pusat ibu kota kabupaten, tapi juga desa-desa yang ada di pinggiran kota masih ada yang belum teraliri. Maka Jarot berharap itu jug bisa jadi pertimbangan. 

"Kalau kita dari kabupaten, tentunya akan mengutamakan azas keadilan. Jadi desa-desa induk atau desa lama itu lebih didahulukan. Kemudian tepi Kota Sintang perlu juga jadi perhatian," terangnya.

Misalnya kata jarot di Munguk Bantuk, itu belum ada listrik, sementara PLTU ada di Kota Sintang, PLTD juga ada di sana.

"Kok sampai mereka yang ada didekat kota ndak merasa listrik , jadi kita minta diprioritaskan jugalah," pungkasnya.

Perlu Dukungan Pemda


General Manager PLN wilayah Kalbar, Richard Safkaur mengatakan, untuk melistriki Desa Sungai Tapang, PLN Wilayah Kalbar membangun jaringan distribusi SUTM sepanjang 3,995 kms, dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,578 kms.

"PLN juga membangun SUTM sepanjang 5,165 kms dan JTR sepanjang 7,410 kms untuk mengaliri listrik ke Desa Sungai Mali. Sementara untuk memasok listrik ke Desa Riguk, PLN membangun JTM sepanjang 6,985 kms dan JTR sepanjang 4,554 kms," jelas Richard.

Berdasarkan data kata Richard, saat ini dari 332 desa di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, Kecuali Kecamatan Ambalau dan Serawai, PLN telah hadir di 169 desa serta 36 desa lainnya sudah teraliri listrik non PLN.

“Dengan demikian maka ada 127 desa lagi yang belum menikmati listrik, dan kita akan terus memperjuangkan itu sesuai dengan misi presiden kita, Indonesia terang 2019,” katanya.

Maka sesuai dengan target makronya pemerintah tersebut yang mana diakhir 2019 PLN sudah harus menyententuh seluruh lapisan masyarakat, untuk mewujudkan itu semua memang butuh kerja keras dan yang paling penting katanya adalah dukungan masyarakat dan Pemda.

“Makanya tujuan kami melakukan komunikasi ke Pemda supaya bagaimana mempercepat target yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada PLN,” pungkasnya. (nak/pul)