Stok Logistik BPBD Sintang Tak Cukup untuk Persiapan Bencana

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 43

Stok Logistik BPBD Sintang Tak Cukup untuk Persiapan Bencana
Kepala BPBD Sintang, Simon Patanduk. (SP/Nana)
SINTANG, SP - Akhir-akhir ini bencana alam yang disebabkan cuaca sulit ditebak kapan datangnya, kendati sudah ada teknologi canggih untuk memantau perubahan cuaca. 

Hal itu juga yang dialami oleh Kabupaten Sintang, Karena memiliki banyak aliran sungai besar seperti Kapuas, Melawi, Ketungau dan beberapa sungai lainnya, Kabupaten Sintang kerap kali terancam banjir dan tanah longsor. 

"Tahun lalu misalnya, banjir berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga berdampak pada aktivitas keseharian masyarakat, di luar kerugian  materi akibat bajir tersebut, " ujar Kepala BPBD Sintang, Simon Patanduk, Rabu (6/12).

Kendati sejak dua minggu yang lalu banjir juga sudah terjadi di beberpa wilayah kecamatan yang ada di Sintang, namun Simon mengaku intensitasnya masih berada pada zona aman karena berlangsung hanya dalam sehari dua hari, dengan ketinggian yang juga masih normal walaupun ada rumah warga yang terendam. 

Selain berpotensi menimbulkan kerugian harta benda maupun nyawa, tentunya bencana ini juga bisa mematikan aktivitas masyarakat. Saat ditanya jumlah logistik untuk persiapan menghadapi bencana, Simon mengaku pihaknya hanya mempunyai stok 90 karung beras saja. 

"Itu tidak mencukupi untuk menangani bencana banjir jika itu terjadi. Kemarin kita hitung-hitung aja, kalau untuk memenuhi data di Kayan, sampai dua ton, ini jelas sangat kurang, " katanya.

Diakui Simon pada bulan lalu dirinya sudah usulkan ke BNPB untuk minta bantuan logistik, tapi sudah satu bulan belum ada jawaban. "Kemudian minggu lalu sudah koordinasi lagi belum juga turun, " terangnya.

Kendati demikian diakui Simon, kalau memang kondisi benar-benar darurat maka bisa saja digunakan dana Biaya Tanggap Darurat (BTT) milik Pemkab Sintang sesuai dengan persetujuan bupati. 

"Kita lihat kondisi, kalau betul-betul banjirnya cukup lama, masyarakat berada dalam kesulitan, kita ndak perlu lagi menunggu BNPB, kita punya dana BTT milik Pemda Sintang," terangnya .

Saat ini dana BTT tersebut berjumlah Rp3 miliar, berada di kas Pemda Sintang, tepatnya di bagian BPKAD. 

"Tapi itu mungkin sudah tak utuh karena bukan hanya BPBD saja yang memerlukannya. Kalau ada status sosial atau bencana sosial itu dari dinas sosial juga bisa memintannya dan lainnya," katanya.

Sebagai antisipasi bencana banjir, Simon mengatakan pihaknya sudah siap siaga. Bahkan ada beberapa wilayah yang menagalami banjir beberapa hari yang lalu, pihak BPBD sudah mau siapkan status tanggap berdasarkan surat keputusan Bupati Sintang tentang status tanggap darurat bencana banjir. 

"Begitu kita sudah mau siapkan, air pun mulai surut, sedangkan status tanggap ini kan berlakunya hanya lima belas hari dan bisa diperpanjang. Tapi untuk antisipasi kita bangun posko di tiga titik, di depan kantor ini,  Kecamatan Tempunak dan Kayan," pungkasnya (nak/pul)