Masyarakat Sintang Diminta Waspada Investasi Bodong

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 187

Masyarakat Sintang Diminta Waspada Investasi Bodong
SOSIALISASI - Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hendri Harahap saat membuka kegiatan sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kota Sintang, Sabtu (9/12). (SP/Nana)
SINTANG, SP - Investasi dalam dunia usaha, dewasa ini bukanlah hal yang asing lagi. Ada banyak lembaga yang menawarkan investasi. Namun maraknya tawaran tersebut juga sejalan dengan banyaknya ditemukan kasus investasi bodong yang pada akhirnya merugikan konsumen.

Guna menghindari agar jangan sampai masyarakat kembali menjadi korban, Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Sukiman mengandeng pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kota Sintang, Sabtu, (9/12).

Selama ini kata Sukiman pihak OJK memang tidak bisa mengawasi sepenuhnya pergerakan pelaku investasi yang ada di masyarakat, lantaran pihak OJK hanya melakukan pengawasan terhadap lembaga investasi yang sudah mengantongi izin  saja. Terhadap investasi yang belum terdaftar pihak OJK tidak bisa serta merta melarangnya. 

Terhadap investasi yang bermasalah dan terindikasi tak mengantongi izin, Sukiman mengatakan pihak OJK bisa melakukan pendekatan terlebih dahulu untuk melakukan koordinasi.

"Guna memastikan pihak investasi bisa diajak bekerjasama agar tak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Jika bisa dibuat sehat, maka suatu investasi tidak bisa langsung ditutup begitu saja," ujar anggota komisi XI DPR RI ini.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, Sukiman berharap masyarakat bisa paham dan tahu lewat jalur dan bagaimana cara melapor jika suatu saat ditemui adanya pihak investasi yang hadir di tengah masyarakat, tapi dirasa belum memiliki izin dan prosedur yang jelas. 

Sementara itu, Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hendri Harahap, yang membuka kegiatan sosialisasi tersebut menilai, bahwa selama ini keberadaan OJK masih belum sepenuhnya dipahami dengan baik oleh masyarakat luas, terutama masyarakat di daerah. 

"Sementara peran dan fungsi OJK sangatlah penting di tengah masyarakat. OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap sektor jasa keuangan," katanya.

Hendri juga menambahkan, kehadiran OJK patut untuk diketahui masyarakat luas, karena terkait semangkin berkembangnya industri keuangan yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional, untuk mengatasi masalah penganguran dan kemiskinan.

"Sebagai institusi, OJK juga memiliki wewenang untuk melakukan penegakan hukum, terkait dengan praktek industri keuangan tersebut. OJK juga hadir untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen jika muncul persoalan produk dan jasa pada industri keuangan tersebut," tambahnya.

Plt Kepala OJK Kalbar,Muhammad Rizky menerangkan bahwa dalam sosialisasi tersebut pihaknya menekankan pada dua fokus utama, untuk terus meningkatkan masyarakat lewat segala edukasi dan program literasi keuangan.

"Pertama, yakni tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk melakukan perencanaan keuangan serta kebiasaan menabung, kedua, tumbuhnya kebiasaan masyarakat untuk mencocokan investasi yang tepat untuk dirinya, serta memilih lembaga keuangan dan investasi yang sesuai," katanya.

Menurut Rizky , saat ini tumbuhnya investasi bodong adalah karena masyarakat ingin melakukan investasi yang menguntungkan dalam waktu singkat tanpa mengenal produk investasi tersebut. (nak/pul)