Jarot Ingin Pendidik Tangkal Isu Perusakan Moral

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 186

Jarot Ingin Pendidik Tangkal Isu Perusakan Moral
KUNJUNGI - Bupati Sintang Jarot Winarno saat hadir di tengah masyarakat Desa Mensiap Baru, mengunjungi pondok pesantren yang berada di desa tersebut, Sabtu (30/12). (SP/Nana)

Kunjungan Bupati ke Pesantren Nahlatul Arifin


Pondok Pesantren Nahlatul Arifin, Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang menyampaikan harapannya akan kemampuan pendidikan di sektor agama, untuk membendung berbagai isu global yang berpotensi merusak moral anak bangsa

SP -Hal tersebut disampaikan kala Bupati Sintang, Jarot Winarno mengunjungi pondok pesantren tersebut, Sabtu (30/12). Jarot pun menjawab dengan positif apa yang telah disampaikan.

“Pendidikan pesantren perlu adanya multi ikhtiar yang dapat dilakukan, tidak hanya batin saja. Tentunya bagaimana pendidikan pesantren punya jejaring dalam menyikapi isu–isu global yang dapat merusak moral  anak anak bangsa,” ujar Jarot.

Hal tersebut menjadi tantangan dalam dunia pendidikan pondok pesantren di masa sekarang. Ke depan Jarot ingin kehadiran pondok pesantren mampu menjawab kebutuhan akan kondisi bangsa, bagaimana cara berislam dalam masyarakat yang plural serta bernegara dalam masyarakat yang religius.

“Kedua ini lah yang menjadi tantangan bagi kita semua,” katanya.

Jarot Winarno ingin agar dengan adanya pondok pesantren di Desa Mensiap Baru, mampu menjadi bagian penting bagi pendidikan agama untuk anak-anak di desa tersebut.

“Selain pendidikan formal yang didapat juga pendidikan agama, sehingga menjadi masyarakat  yang religius, dapat membentengi dan menanggulangi dari hebatnya pengaruh globalisasi jaman sekarang, terutama dari pengaruh pornografi dan narkoba yang semangkin marak,” pungkasnya.

Pengasuh pondok pesantren Nahlatul Arifin, Ustad Ahmad Sohid mengatakan, berdirinya pondok pesantren tersebut merupakan jawaban dari tuntutan masyarakat yang menginginkan pendidkan yang efektif dan efisien .Berguna untuk mengantisipasi perkembangan jaman yang semangkin jauh dari tuntunan syariat agama Islam.

“Ini merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berada di Desa Mensiap Baru. Pesantren ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, sehingga kita termotivasi untuk menangani pendidikan ilmu fikih dalam ajaran Islam,” ujar Ustad Ahmad.

Dijelaskannya bahwa, visi-misi pondok pesantren tersebut sudah sangat jelasa, yakni memupuk santri agar semangat dan cinta terhadap Islam, serta berahlak karimah, menumbuhkan  semangat dan kecintaan kepada Alquran.

"Menumbuhkan  kecintaan dan berbakti pada orang tua dan keluarga, menumbuhkan  semangat  peduli terhadap lingkungan dan masyarakat  sekitar, menumbuhkan semangat mandiri  inovatif, kreatif, serta berdedikasi tinggi," pungkasnya. (nana arianto/pul)

Komentar