Rapat Finansial RAD-PG Sintang

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 235

Rapat Finansial RAD-PG Sintang
SAMBUTAN - Sekda Sintang, Yosepha Hasnah saat memberikan sambutan pada kegiatan rapat finalisasi hasil review Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG), di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Rabu (24/1). (Humas)

Pemda Sintang Serius Tangani Permasalahan Stunting


Masalah gizi merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus, karna hal ini  mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Salah satu fokus pemerintah saat ini, masalah stunting pada anak sebagai akibat dari kekurangan gizi.

SP - Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah saat membuka acara rapat finalisasi hasil review Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG), di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Rabu (24/1).

“Modal utama investasi pembangunan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sintang memerlukan SDM yang berkualitas, hal ini dimulai dari perolehan gizi yang baik sejak dalam kandungan,” ujarnya.

Yosepha menerangkan, upaya penanganan gizi tidak hanya menjadi persoalan kesehatan semata, tetapi diperlukan kebijakan, strategi, regulasi dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat dan lembaga serta stakeholder terkait.

"Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) balita di Kalimantan Barat, angka stunting di Kabupaten Sintang tahun 2015-2017 ada di angka 44,1 persen," katanya.

Untuk itu, Pemkab Sintang berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai dengan RPJMD yang telah di tetapkan. Hal tersebut meliputi berbagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang sehat dan cerdas. 

Yosepha menjelaskan, berbagai upaya yang telah dilaksanakan Pemda dalam upaya mendukung pencegahan dan pengurangan stunting. Ada kegiatan program promosi kesehatan, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pelayanan kesehatan anak balita, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan revitalisasi posyandu.

"Ada juga program keluarga harapan yang tersebar di 14 kecamatan, program generasi sehat cerdas di lima kecamatan sasaran. Salah satu langkah Pemda untuk mengurangi stunting dengan menyusun RAD-PG),” terangnya.

Setelah melalui berbagai prosesnya, sekarang telah dihasilkan draft final dokumen RAD-PG yang selanjutkan akan mendapat review dari BAPEDDA Kalimantan Barat.

"Diharapkan hasil review tersebut memberi feedback yang akan kita sinkronisasikan dalam pertemuan kali ini, yang untuk selanjutkan akan dilegalisasikan menjadi Perbup,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartiyus memaparkan profil program kampanye gizi nasional cegah stunting di Kabupaten Sintang, pada Juli 2017 hingga Februari 2018 dilakukan di lima kecamatan.

"Antaranya Kayan hilir, Ketungau Hulu, Kelam Permai, Binjai Hulu, dan Sungai Tebelian, dengan capaian total 92 desa. Kelas Ibu hamil ada 99 kegiatan dan kegiatan aktivasi posyandu ada 117 kegiatan,” pungkasnya. (humas/pul)