Jarot Minta Lelang Proyek Tak Telat OPD Mesti Fokus Tugas Pokok Masing-masing

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 191

Jarot Minta Lelang Proyek Tak Telat OPD Mesti Fokus Tugas Pokok Masing-masing
TINJAU - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat meninjau pembangunan proyek jembatan di Ketungau. Jarot meminta untuk tahun 2018, tidak ada lagi kegagalan kontrak proyek yang terjadi seperti tahun 2017. (SP/Tantra)
Bupati Sintang, Jarot Winarno
"Kita harus belajar dari kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan APBD 2017. Saya ingatkan, 21 Juli 2018 seluruh lelang proyek sudah selesai"

SINTANG, SP - Masih adanya proyek yang gagal kontrak di tahun 2017, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk mempercepat proses lelang proyek pada program 2018. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengingatkan, seluruh Pejabat SKPD Pemkab Sintang agar fokus terhadap pekerjaan tersebut, sehingga kegagalan kontrak yang terjadi di tahun 2017, tidak terulang di tahun 2018 ini.

"Kita harus belajar dari kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan APBD 2017. Saya ingatkan, 21 Juli 2018 seluruh lelang proyek sudah selesai," Ujar jarot, Kamis (25/1).

Sementara untuk proyek yang didanai APBN, Jarot mengatakan pada akhir Januari 2018 ini harus sudah ada yang dilelang. "Saya meminta kepada seluruh SKPD untuk segera lengkapi administrasi proyek yang didanai APBN," terang Jarot.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang, Askiman juga meminta hal yang sama, agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk fokus pada tugas pokok masing-masing. 

“Segera bekerja mempersiapkan administrasi pelaksanaan lelang proyek. OPD harus siap mempercepat pelaksanaan lelang proyek tersebut, dan juga harus memperkuat pengawasan internal," pinta Askiman.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sintang, Murjani menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mempercepat proses lelang proyek pembangunan tahun 2018 ini.  

"Awal Maret kami sudah akan memulai proses lelang. Administrasi lelang sedang kami siapkan," katanya, saat dihubungi Suara Pemred Kamis (25/1).

Murjani mengatakan, pihaknya berencana akan melelang bersamaan antara proyek yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan proyek yang didanai oleh Dana Alokasi Umum (DAU). "Tapi jika tidak bisa, kami akan mendahulukan lelang proyek yang didanai DAK," katanya.

Dikatakan Murjani, saat ini pegawainya sudah mulai melakukan persiapan untuk lelang proyek. Dia pun yakin seluruh proyek akan tuntas dilelang pada akhir Juli. 
  
"Di tahun 2017 lalu, tidak ada proyek PU yang terlambat lelang. Paling lama lelang dilaksanakan Oktober. Itupun proyek yang menggunakan DAK tambahan," pungkasnya.

Anggota Komisi C DPRD Sintang, Tuah Mangasih menyambut baik komitmen Pemkab Sintang untuk mempercepat proses lelang proyek. 

Tuah berharap, keinginan Bupati Sintang untuk mempercepat proses lelang diikuti oleh komitmen yang kuat dari seluruh dinas.

"Jangan sampai masih ada dinas yang mengulur-ulur waktu untuk melaksanakan proses lelang proyek tersebut," ujarnya.
 
Menurut dia, seperti sudah menjadi kebiasaan pegawai yang menumpuk pekerjaannya di akhir tahun. "Harusnya mulai dari awal tahun sekarang ini, seluruh dinas sudah mulai bekerja mempersiapkan lelang proyek itu," sarannya.

Jangan Tumpuk Akhir Tahun


WAKIL Ketua DPRD Sintang, Terri Ibrahim berharap, semua SKPD berkomitmen yang sama dengan Bupati Sintang, agar lelang proyek dapat dilaksanakan awal tahun.
 
"Harapan kami semua SKPD yang memiliki proyek fisik supaya cepat melaksanakan lelang. Jangan sampai adminitrasi lebih lama dari pekerjaan di lapangan," ujar Terri.

Terri mengingatkan, agar pegawai di seluruh SKPD tidak menumpuk pekerjaannya di akhir tahun. Selain itum ia juga meminta jika proses perbaikan APBD 2018 telah selesai, Dinas harus mulai bekerja menyelesaikan administrasi untuk program-program pembangunan. 

"Kalau semua pekerjaan ditumpuk akhir tahun, maka hasilnya tidak akan maksimal. Apalagi kalau itu proyek fisik," pungkasnya. (tra/pul)