Hadiri Peresmian Proyek di Tempunak, Presiden MADN: Ini untuk Menyelamatkan Manusia dengan Melestarikan Hutan

Sintang

Editor K Balasa Dibaca : 346

Hadiri Peresmian Proyek di Tempunak, Presiden MADN: Ini untuk Menyelamatkan Manusia dengan Melestarikan Hutan
Presiden MADN, Cornelis saat menghadiri tiga proyek di Tempunak. (ist)
SINTANG, SP - Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis menghadiri peresmian tiga proyek di Kecamatan Tempunak, Sintang.

Proyek itu adalah pembangkit listrik tenaga air kecil atau mikrohidro (PLTMH), dua unit pipanisasi air bersih dan, satu unit homestay di Dusun Lebuk Lantang, Desa Riam Batu, Selasa (30/1).

Ketiganya dibangun atas gagasan Keling Kumang Group merehabilitasi, mereorientasi dan pengembangan usaha.

Selain Cornelis, turut hadir pula Bupati Sintang Djarot Winarno, Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward.

 Cornelis yang baru saja purna tugas sebagai Gubernur Kalbar sangat mendukung dan turut andil dalam proses pembangunan proyek tersebut.

"Kita semua wajib menjaga hutan," ajaknya.

Menjaga hutan yang selaras dengan pembangunan menurutnya bisa dengan konsep green ekonomi. Seperti yang sudah dilakukan saat ini sebagai antisipasi perubahan iklim.

 Apalagi diperkirakan tahun 2050 suhu akan naik 2 celcius. Bila mengkonsumsi air bersih dan sehat, akan dilahirkan generasi yang cerdas. Ke depannya negara ini akan hidup dari penghasilan sektor pariwisata.

Bertepatan dengan momentum pilkada, dia mengingatkan agar masyarakat Tempunak Hulu terdaftar sebagai pemilih dengan menunjukkan kepemilikan KTP, serta mengetahui nama calon Gubernur beserta partai pendukungnya. Dia pun mengajak semua tidak terpancing oleh isu yang tidak benar.

Penanggung jawab program, Yohanes Rj memaparkan bahwa tujuan akhir dari program ini adalah menjaga hutan adat yang ada.

Program ini disebut dengan program penguatan ekonomi hijau lokal melalui pemberdayaan masyarakat adat dan pemulihan lingkungan (proyek self help green -SHG). Bekerja sama dengan Yayasan Kehati dan Millenium Challenge Amerika-Indonesia (MCA-I), program dimulai tahun 2016.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan Konsorsium Pemberdayaan Ekonomi Hijau (KUJAU Kalbar). (bls)