Jarot Ingin Kembalikan Peran dan Fungsi Masjid

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 142

Jarot Ingin Kembalikan Peran dan Fungsi Masjid
SAMBUTAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang tahun 2018, di Gedung Cadika Sintang. (SP/Humas)
SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan, pembangunan rumah ibadah sangat penting untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang religius, hanya saja wilayah tersebut masih membutuhkan banyak rumah ibadah.

"Dari Nanga Kelapan sampai ke Nalai semua masyarakat mengeluhkan rumah ibadah yang belum ada atau belum selesai di bangun, tentu itu menjadi perhatian serius," kata Jarot di Sintang.

Ia menjelaskan untuk mencapai Visi Pemkab Sintang mewujudkan masyarakat Sintang yang religius, dapat dicapai dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya rumah ibadah.

"Untuk itu harus ada dana memadai yang dialokasikan bagi pembangunan sejumlah rumah ibadah di Sintang," jelas Jarot.

Menurut Jarot, selain gedung untuk mendukung religiusitas masyarakat Sintang, perlu juga didukung dengan sarana lain, seperti sound system, LCD proyektor dan lain sebagainya. 

"Termasuk pendanaan untuk berbagai kegiatan bersama seperti Rakerda atau perayaan bersama," kata Jarot.
Ia juga meminta, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang bisa mengembalikan peran dan fungsi masjid seperti zaman Rasulullah terdahulu.

“Dulu, zaman Rasullallah Sallallahu alaihi wasallam, masjid sebagai pusat ibadah, sebagai pusat silaturrahim, sebagai pusat Ukhuwah Islamiyah dan sebagai pusat pemberdayaan umat Islam,” kata Jarot.

Dikatakan Jarot, usai terpilih kembali mejadi Ketua Dewan Masjid Indonesia, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memiliki program baru yakni ingin masjid dimakmurkan dan memakmurkan.

“Bagaimana umat memakmurkan masjid, kita juga dimakmurkan  keberadaan aktivitaas-aktivitas masjid yang melakukan kegiatan pemberdayaan umat,” jelas Jarot. 

Dipaparkan Jarot, Jusuf Kalla ingin kualitas soundsystem masjid dan akustik masjid diperbaiki. Seperti problem di Kabupaten Sintang, rata-rata soundsystem atau akusitiknya kurang baik.

“Pak JK hanya ingin akustik masjid diperbaiki, kemudian baru kita perbaiki dari segi kesehatan, lingkunganya, kegiatan pemberdayaan umat itu merupakan sebagian program yang belum sepenuhnya terealisir,” ungkap Jarot.

Pemkab Sintang sudah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk disalurkan ke MUI Sintang. Menurut Jarot, masalah di Sintang ini adalah masalah infrastruktur dasar masjid yang belum selesai.

“Saya pikir ini tugas kita bersama-sama berbicara program yang strategis untuk diselenggarakan di Kabupaten Sintang, sehingga kita bersama memberdayakan umat Islam di Kabupaten Sintang. Berdaya secara ekonomi, berdaya secara sosial budaya dan berdaya secara politik,” kata Jarot. (hms/tra/pul)