Festival Kelam Hill Diharap Bisa Promosikan Wisata

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 212

Festival Kelam Hill Diharap Bisa Promosikan Wisata
BUKIT KELAM - Tampak kapal yang diisi oleh puluhan orang sedang melintas di perairan Sintang dengan latar belakang wisata Bukit Kelam yang begitu indah. Saat ini Pemda terus meningkatkan promisi Bukit Kelam tersebut. (Net)

Pemda Sintang Undang 100 Investor


Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sudiyanto
“Kami mengundang 100 investor dalam dan luar negeri. Dalam Forum Bisnis dan Business Matching nanti, kami akan memperkenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Sintang. Seperti potensi hilirisasi produk, potensi perkebunan, pertanian dan pariwisata"

SINTANG, SP - Pemerintah Kabupaten Sintang akan segera menggelar Festival Kelam Hill. Festival yang bertujuan mempromosikan berbagai potensi Kabupaten Sintang pada investor asing ini, akan digelar 17 Juli mendatang.

Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sudiyanto mengatakan, dalam Festival Kelam Hill ini, Pemkab Sintang akan menggelar Forum Bisnis dan Business Matching.

“Kami mengundang 100 investor dalam dan luar negeri. Dalam Forum Bisnis dan Business Matching nanti, kami akan memperkenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Sintang. Seperti potensi hilirisasi produk, potensi perkebunan, pertanian dan pariwisata,” katanya, Rabu (28/2).

Selain kegiatan Forum Bisnis dan Bussines Matching, juga akan digelar beberapa lomba seperti touring sepeda, lomba lari, lomba burung berkicau, soft gun. Ia berharap Kelam Hill Festival 2018 atau Festival Bukit Kelam dapat memperkenalkan Kabupaten Sintang secara luas hingga kemanca negara.

"Festival ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Sintang, diharapkan mampu mengangkat nama daerah dan mempromosikan dunia pariwisata Kabupaten Sintang," terangnya.

Selain upaya promosi, festival diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Sintang. Termasuk menarik investor-investor untuk tanamkan modal di Kabupaten Sintang.

“Ya, nanti ada berbagai tamu yang diundang. Tidak hanya dalam negeri, namun juga luar negeri. Kita berharap ada investor hadir dan menanamkan modal di dunia pariwisata Sintang,” harapnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Sintang, Hendrika mengatakan, Festival Kelam Hill merupakan kegiatan besar untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Sintang.

"Festival ini diharapkan akan mengangkat nama daerah dan untuk perkembangan pariwisata. Sehingga Sintang akan dikenal oleh manca negara," harapnya.

Hendrika menargetkan, dengan digelarnya Festival ini, akan banyak investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Sintang, terutama dibidang kepariwisataan. Selain itu,
melalui festival ini, Pemkab Sintang mengharapkan kunjungan wisatawan asing ke daerah ini meningkat. 

"Kegiatan ini merupakan event besar yang terdiri dari pameran UMKM, perlombaan olahraga, festival budaya dan festival produk unggulan yang semuanya di pusatkan di Bukit Kelam," terangnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa masyarakat Sintang menghubungkan keberadaan Bukit Kelam dengan legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang (Ibu Kota Kabupaten Sintang sekarang).

Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi.

Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar. Lalu, ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak Bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi.

Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari khayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakkan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga, batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat bernama Jetak.

Menurut legendanya, batu besar yang terbenam di Jetak itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Dewasa ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam, sebuah obyek wisata unik dan eksotik yang sangat dikagumi oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

Dinamakan Bukit Kelam karena batu-batu yang terdapat di bukit tersebut berwarna hitam. Melihat keunikan, keeksotisan, dan kekayaan hayati, kawasan seluas 520 hektar lebih tersebut, pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 594/Kpts-II/92 pada tanggal 6 Juni 1992, menetapkannya sebagai Taman Wisata Alam Bukit Kelam.

Bukit Kelam memiliki panorama alam yang rancak dan alami, serta udaranya yang sejuk dan segar, menjadikan kawasaan ini tepat sekali dipilih sebagai tujuan rekreasi alam.

Pengunjung dapat merasakan keindahan panoramanya sambil berjalan-jalan di kawasan tersebut, atau sambil duduk santai di shelter-shelter. Di kawasan ini, terdapat berbagai flora langka, seperti meranti, bangeris, tengkawang, kebas-kebas, anggrek, dan kantong semar raksasa.

Berbagai fauna langkanya, seperti beruang madu, trenggiling, kelelawar, dan alap-alap, menambah daya tarik kawasan ini.

Perkuat Promosi dan Publikasi


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lindra Azmar menyarankan agar Pemkab Sintang terus-menerus memperkuat promosi dan publikasi mengenai potensi wisata. 

"Saya berharap ke depan, saat musim libur panjang, Kota Sintang tambah ramai, bukan menjadi sepi karena masyarakat lebih berbondong-bondong ke Singkawang atau Pontianak," kata Lindra.

Maka dari itu, dengan diselenggarakannya Festival Kelam Hill ini, bisa menjadi modal untuk memperkenalkan wisata yang ada di Bumi Senentang, sehingga Sintang terkenal dan akan terus dikunjungi.

"Itu yang kita harapkan. Jangan lagi musim libur Kota Sintang sepi pengunjung. Makanya kita perlu tingkatkan promosi dan publikasi mengenai potensi wisata, agar semua orang tau, kalau di Sintang ada tempat-tempat wisata yang tak kalah bagusnya dengan daerah lain," pungkasnya. (tra/pul)