KONI Kebut Persiapan Porprov, Jarot Minta Stakeholder Dukung Penuh

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 306

KONI Kebut Persiapan Porprov, Jarot Minta Stakeholder Dukung Penuh
SAMBUTAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat memberikan sambutan pada pembukaan kejuaraan sepak bola antar klub, di Stadion Baning, Sintang beberapa waktu lalu. Stadion tersebut juga nantinya akan digunakan pada ajang Porprov. (Ist)
Jarot Winarno, Bupati Sintang
“Pemkab tentu tidak bisa jalan sendiri. Karena itu, penting kiranya perhatian dari pihak dunia usaha, terutama yang ada di Kabupaten Sintang

SP - Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, Fachrudin D Siregar mengatakan, persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di Kabupaten Sintang sudah on the track. Sehingga saat ini, pesta olahraga tingkat provinsi Kalbar tersebut, tinggal di-launching saja.  

“Kita siap launching, yaitu menunggu waktu yang tepat, terutama terkait jadwal dari pemerintah, yaitu Pj Gubernur,” ujar Fachrudin.

Fahcrudin menjelaskan, semua pihak sudah mendukung persiapan awal pelaksanaan Porprov XII yang rencananya diselenggarakan pada 16-26 September 2018. Adapun persiapan tersebut meliputi berbagai kondisional lapangan dan administrasi kontingen.

“KONI Kalbar sudah tiga kali mengecek kesiapan tuan rumah Sintang, termasuk venue, sarana dan prasarana, akomodasi, serta kesiapan secara menyeluruh,” paparnya. 

Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan logo resmi Porporv XII, hasil dari sayembara beberapa waktu lalu. Kemudian KONI Kalbar juga telah mengajukan anggaran kepada Pemprov, sebesar Rp14 miliar.

Dana tersebut murni diperuntukan pada Porprov 2018. Sementara untuk kegiatan KONI secara keseluruhan pada 2018, diajukan Rp50 miliar. Fachrudin menngakui, untuk Porprov, memang membutuhkan dana yang cukup besar, terutama dari segi operasional.

"Yang besar itu untuk kegiatan, biaya atlet, dan beberapa kebutuhan lainnya. Kami berharap, Pemprov bisa merealisasikan pendanaan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, jika anggaran yang terealisasi masih minim, pihaknya akan berupaya mencari tambahan biaya sponsor dari pihak luar. Saat ini pihaknya terus fokus mempersiapkan kesuksesan pelaksanaan event olahraga multi Cabor yang dilaksanakan empat tahunan tersebut.

“Dari sisi peserta saja, bisa mencapai 10 ribuan orang yang akan berpartisipasi. Jumlah ini tentu sangat luar biasa,” tuturnya. 

Ribuan peserta tersebut meliputi atlet, pelatih, dan official, juga termasuk penggembira dari 14 kabupaten/kota. Dengan menimbang kebutuhan akan akomodasi terutama penginapan, maka beberapa Cabor akan dilaksanakan di beberapa Kabupaten yakni, Sekadau, Sanggau, dan Bengkayang.

"Porprov tidak terfokus di Sintang, tapi juga di beberapa daerah. Hal ini untuk mengantisipasi masalah akomodasi. Laporan terakhir, baru ada 652 kamar, tentunya jumlah ini sangat kurang. Kalau diperkirakan dari 40 Cabor, maka ada 8-9 ribuan atlet dan pelatih," kata Fachrudin.

Fachrudin mengakui, bahwa ini jadi tantangan tersendiri baginya untuk menyukseskan Porprov XII. Ia sempat kewalahan, karena berbagai kendala dalam persiapan. Namun, ia memastikan semuanya bisa terlaksana.

“Kami mesti ekstra dengan sisa waktu yang ada. Semua harus bekerjasama, saling mendukung, agar event yang baru pertama kali di gelar di luar Kota Pontianak ini bisa sukses,” ujarnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, selaku tuan rumah Porprov XII, berharap sektor dunia usaha bisa jadi bapak angkat. Dengan kondisi yang masih serba kekurangan, dukungan dunia usaha adalah suatu keniscayaan.

“Pemkab tentu tidak bisa jalan sendiri. Karena itu, penting kiranya perhatian dari pihak dunia usaha, terutama yang ada di Kabupaten Sintang,” kata Jarot.

Pemkab Sintang kata Jarot, tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurus kegiatan olahraga. Untuk itu, ia membutuhkan dukungan nyata semua pihak.

Ia juga menjelaskan, Porprov yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sintang tentu memiliki multi player efect yang berdampak pada berbagai sektor ekonomi lainnya, karena itu harus didukung oleh semua pihak untuk kemajuan Kabupaten Sintang. Misalnya home stay, losmen, hotel-hotel, resto, dan angkutan. Semua bidang tersebit akan hidup. 

“Artinya ini suatu berkah buat Kabupaten Sintang. Dan yang pasti, jadi kebanggaan luar bisa, sehingga semua pihak harus membantu suksesnya Porprov ini," harapnya.

Jarot tidak memungkiri, jika Dana APBD sangat terbatas bagi upaya perbaikan venue, serta beberapa persiapan lainnya. Karena itu, dirinya meminta pihak dunia usaha bisa menjadi bapak angkat bagi beberapa Cabor yang ada. 

" jika kita sendirian mengandalkan dana APBD ndak bakal cukup, kita minta lah masyarakat dunia usaha bisa jadi bapak angkat, bagi beberapa Cabor, " kata Jarot.

Akademisi dari Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesahatan (FPOK), IKIP PGRI Pontianak, Ahmad Jamalong, menyatakan, sumbangan pemikiran dan aksi nyata masyarakat, terkait dengan persiapan Porprov 2018 di Sintang, harus diambil.

“Mulai dari venue hingga menyangkut akomodasi. Tentunya sebagai insan olahraga dan masyarakat Kalbar, wajib memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KONI Kalbar dan Pemkab Sintang yang telah bersedia menyelenggarakan dan tuan rumah Porprov XII 2018,” ujarnya.

Jika ingin pencapaian prestasi di tingkat nasional, perlu didukung venue yang memadai yang berstandar nasional. KONI Kalbar dan Pengprov Cabor punya visi, bahwa Porprov di kabupaten Sintang bukan lah lagi soal partisipasi. Bukan lagi ajang pembinaan, akan tetapi ajang mengukir prestasi.

“Bukan lagi kuantitas tapi kualitas. Para atlet yang menjadi juara akan dipersiapkan mengikuti Pra PON dan PON 2020 mendatang,” pungkasnya.

Sintang Target Sukses Ganda


KETUA KONI Kabupaten Sintang, Ade M Iswadi optimis bisa meraih gelar ganda pada Porprov XII 2018. Dengan persiapan matang dan kerja sama semua pihak, Pemkab dan KONI Sintang membidik peringkat terbaik.

“Jadi tuan rumah terbaik, demikian pula pada prestasi atlet, harus lebih baik dari Porprov sebelumnya,” kata Ade.

Enam bulan menjelang Porprov, lanjut pria yang akrab dipanggil Ami ini menjelaskan, berbagai persiapan sudah dilakukan. Sebagai tuan rumah, tentunya banyak persiapan yang harus dilakukan, terutama venue dan kebutuhan atlet yang lainnya.

Hasil tinjauan yang dilakukan KONI Kalbar, tentu jadi dasar yang kuat bagi pihaknya untuk berbenah. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang sudah dilalukan, misalnya perbaikan venue dan sarana prasarana yang lain.

"Pasti masih ada kekurangan, namun kita berusaha memperbaikinya. Kita terus berbuat dan mengevaluasi, termasuk koordinasi dengan KONI Kalbar,” imbuhnya.

Beberapa Cabor yang akan dipertandingkan nantinya, juga kemungkinan besar mengalami penambahan. Hal ini disebabkan adanya beberapa Cabor yang belum terdaftar di Pengcab, namun dalam perjalananya waktu, sudah diakui oleh KONI.

"Awalnya dari 28 Cabor, 26 sudah dipastikan dipertandingkan di Sintang. Namun, ada Cabor yang sebenarnya baru pembentukan Pengcab, dan didorong oleh KONI Kalbar, untuk dipertandingkan,” ujar Ami.

Optimisme untuk meraih gelar ganda juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadis Porapar) Sintang, Hendrika. Ia menegaskan, atlet-atlet Kabupaten Sintang, sudah siap menghadapi Porprov 2018.

"Kita sudah menyiapkan mereka sejak setahun sebelumnya. Demikian pun dengan laporan dari Pengcab, bahwa mereka sudah mempersiapkan atlet sebaik mungkin," terang Hendrika.

Hendrika juga sudah berkomunikasi secara intensif dengan Pengcab yang ada, guna memastikan adanya latihan yang maksimal terhadap atlet. Pemkab, melalui Disporapar jelas akan terus mendukung Pengcab yang ada, agar giat berlatih.

“Targetnya adalah masuk tiga besar. Dengan semangat dan dukungan sebagai tuan rumah, semoga target ini bisa dicapai," harapnya. (nak/pul)