Sintang Miliki Potensi Kawasan Wisata, Perlunya Perencanaan yang Jelas

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 545

Sintang Miliki Potensi Kawasan Wisata, Perlunya Perencanaan yang Jelas
Bukit Kelam Sintang. (Net)
Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti
“Visi misi ini penting, karena akan menjadi pijakan pelaksanaaan pembangunan. Apakah ingin menjadi kota wisata air, kota perkebunan atau lainnya, jadi harus menyesuaikan visi misi itu"

SINTANG, SP - Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti menilai, bahwa potensi di Kabupaten Sintang sangat bagus untuk menjadi kawasan wisata dengan dibangunnya waterfront.

“Ini bisa jadi contoh bagus untuk kota lain. Apalagi, kota Sintang belum terlalu besar sehingga masih mudah untuk dikelola," ujarnyanya saat mengunjungi Sintang belum lama ini.

Tapi untuk memenuhi semua itu, menurut Tri memang memerlukan investasi. Potensi yang sangat besar tersebut harus step by step, karenas tidak bisa sekaligus, mengingat sumber daya yang dimiliki juga terbatas.

"Baik itu keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), waktu dan sebagainya, makanya tidak bisa sekaligus,” katanya. 

Dikatakannya yang harus dilakukan Pemda, tentu menganalisa kawasan perkotaan, khususnya terkait masalah yang dihadapi maupun kesesuaian dengan visi-misi. 

“Visi misi ini penting, karena akan menjadi pijakan pelaksanaaan pembangunan. Apakah ingin menjadi kota wisata air, kota perkebunan atau lainnya, jadi harus menyesuaikan visi misi itu," ungkapnya.

Intinya, dari perencanaan harus jelas dulu, aturan harus diikuti begitu pula tata ruang. Yang tak kalah penting adalah tidak merusak lingkungan. Kemudian, yang harus dihitung adalah kemampuan APBD dan kucuran dari dari pusat. Sumber pendanaan lain juga bisa dicari, misalnya dari masyarakat, swasta maupun pinjaman.

"Mengingat daerah dibolehkan mengeluarkan obligasi. Jadi banyak cara untuk mencari sumber pendanaan, tidak harus dari pemerintah. Jika kebutuhan anggaran diketahui, prioritas harus ditentukan. Tahun pertama membangun apa, tahun kedua membangun apa harus jelas. Sehingga targetnya bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, mantan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago yang juga ikut mengujungi Sintang bersama Tri Dewi Virgiyanti, langsung diajak Bupati Sintang, Jarot Winarno beserta pengurus MD Kahmi Sintang untuk melihat keindahan Sungai Kapuas menggunakan alkon, alat transportasi sungai tradisional. 

Sejumlah tempat dikunjungi oleh rombongan. Bertolak dari Saka Tiga, mereka naik alkon menuju Keraton Al Mukarramah Sintang. Kemudian menyeberang lagi ke Dermaga Sungai Durian, terakhir bersantai di pinggiran Sungai Melawi dengan menghadap Saka Tiga.

Kedatangan pria yang saat ini menjadi komisaris BRI ini untuk menghadiri undangan Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sintang. Akademisi Universitas Indonesia ini akan menjadi pembicara dalam kegiatan stadium general MD KAHMI Sintang yang membahas pembangunan waterfront city.

Diwawancarai usai mengunjungi sejumlah tempat, Andrinof menilai, kawasan Saka Tiga sangat layak dan bagus prospeknya untuk pariwisata. Apalagi dikelilingi banyak aset pendukung. Seperti kontur alamnya yang indah yakni adanya pertemuan dua sungai. Menurutnya tidak banyak daerah di Indonesia yang punya keunggulan seperti itu.

“Ini termasuk langka. Dengan view yang bagus, suasana alam yang unik, ditambah dengan aset budaya berupa peninggalan sejarah, potensinya sangat bagus,” tegasnya.

Dengan adanya potensi tersebut, kata Andrinof, yang perlu dilakukan adalah membuat perencanaan yang baik untuk memulai pembangunan. Jika sudah dibangun, tentu harus dipromosikan.

“Saya yakin Sintang akan terkenal dan banyak dikunjungi orang-orang yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Lagipula, Sintang pasti punya kuliner lokal,” katanya.

Untuk pariwisata, jika sudah punya alam yang bagus, kuliner juga bagus pula, maka akan mudah sekali untuk  mengembangkannya. Untuk merealisasikan tujuan itu, diakui Andrinof tidak mudah. Makanya semua pihak terkait harus bersinergi, tentu harus ada inisiatif dan usaha gigih dari pemerintah daerah.

“Saat ini Sintang beruntung mendapat perhatian dari pemerintah pusat, khususnya Bappenas. Jika dua telapak sudah bertemu, akan jadi irama bagus, karena tidak bertepuk sebelah tangan. Dengan adanya perhatian Bappenas dan adanya inisiatif dari Pemda, saya yakin akan cepat terealisasi," pungkasnya. (tra/pul)

Jaga Peradaban Sungai


Bupati Sintang, Jarot Winarno berterima kasih atas ilmu yang dibagikan oleh Bappenas tentang bagaimana kota Sintang ini seyogyanya bisa dikembangkan.

“Kita juga diberikan kajian awal tentang waterfrontcity sebagai dasar membangun Sintang ini,” kata Jarot.

Bertahun-tahun Sintang memperlakukan sungai sebagai sumber kehidupan, jadi peradaban ini yang selayaknya perlu pertahankan. Banyak peradapan sungai di Indonesia yang hilang, seperti Sungai Ciliwung dan Sungai Citarum.

"Kita perlu bersyukur di Sintang kita masih punya, dan ini perlu kita jaga dengan baik,” jelasnya.

Jarot mengatakan, kondisi titik peradapan sungai yang masih bertahan di Sintang, mulai yang dekat dengan kota, di Kecamatan Dedai hingga ke ujung sungai di Kecamatan Ambalau.

"Menurut saya ada dua hal penting, yakni menjaga peradaban sungai dan menjadikan Sintang sebagai pusat wisata berbasis sungai," pungkasnya. (hms/pul)