Perpustakaan Sekolah Dinilai Tak Terkelola dengan Baik

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 147

Perpustakaan Sekolah Dinilai Tak Terkelola dengan Baik
MEMBACA - Para siswa tampak serius membaca buku di perpustakaan. Di Sintang, perpustakaan sekolah dinilai tak dikelolah dengan baik, hal itu menyebabkan siswa jadi malas untuk datang ke sana. (Net)
SINTANG, SP - Perhatian sekolah-sekolah di Kabupaten Sintang terhadap pengelolaan perpustakaan masih sangat rendah, sehingga hampir semua perpustakaan sekolah tidak terkelola dengan baik. Akibatnya siswa menjadi malas untuk berkunjung ke perpustakaan tersebut.

Ketua Lembaga Diklat Wiyata Bhati Pertiwi, Undang Setiawan menilai, manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah menjadi amburadul, karena SDM untuk mengelola perpustakaan di sekolah-sekolah masih sangat lemah. 

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi perpustakaan sekolah yang ada di Kabupaten Sintang. Padahal pihaknya telah beberapa kali menggelar pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah bagi guru SD hingga SMA, bertujuan agar pengelolaan perpustakaan di sekolah dapat lebih baik. 

“Pelatihan yang pernah kami gelar untuk meningkatkan kualitas SDM dari para pengelola perpustakaan,” katanya, Minggu (11/3).

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kualitas SDM para pengelola perpustakaan sekolah sangat minim. Selama ini pemerintah hanya bisa membangun perpustakaan sekolah dan menyediakan buku untuk perpustakaan tersebut. Tapi belum ada upaya untuk meningkatkan skill dari para pengelola perpustakaan.

“Wajar saja banyak perpustakaan sekolah yang tidak terurus dengan baik. Wajar juga jika para siswa tidak mau mengunjungi ke perpustakaan sekolah, karena perpustakaannya tidak terkelola dengan baik. Tidak ada suasana yang menyenangkan di ruangan perpustakaan sekolah,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, perpustakaan sekolah hampir di seluruh sekolah di Indonesia selama ini hanya menganut prinsip yang penting ada. Belum ada upaya untuk mengelola perpustakaan secara baik. Harusnya, untuk dapat menarik minat para pelajar datang ke perpustakaan sekolah, penataan harus sedemikian rupa.

“Perpustakaan harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa, makanya penataan iutu sangat penting,” tegasnya.

Pelatihan manajemen pengelolaan perpustakaan harus terus dilakukan, agar para pengelola perpustakaan di sekolah dapat mengelola perpustakaannya dengan baik. 

“Perpustakaan yang menyenangkan akan meningkatkan minat baca di kalangan pelajar. Karena itu, perlu sekali peningkatan layanan tersebut,” terangnya.

Ia menegaskan, minat baca pelajar sebenarnya sudah cukup tinggi. Tapi sayangnya minat tersebut tidak didukung dengan sarana prasarana serta pengelolaan perpustaan yang baik. (tra/pul)