Pertumbuhan Kendaraan Bermotor Pesat, Jalan Sintang Perlu Diperlebar

Sintang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 123

Pertumbuhan Kendaraan Bermotor Pesat, Jalan Sintang Perlu Diperlebar
Ilustrasi pelebaran jalan. (net)
SINTANG, SP - Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kabupaten Sintang yang luar biasa pesat membuat kemacetan di ruas-ruas jalan dalam kota. Apalagi kondisi jalan yang ada di dalam kota adalah kondisi 10 tahun yang lalu tanpa ada perubahan.
Panjang jalan maupun lebar jalannya tidak berubah. Sementara jumlah kendaraan terus bertambah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Hatta mengatakan kondisi kemacetan di dalam Kota Sintang yang sudah mulai terjadi membutuhkan pemikiran pembuatan ruas jalan baru atau melakukan pelebaran ruas jalan.

“Kita sudah harus memikirkan dibuatnya jalan-jalan alternatif,” katanya, kemarin.

Hatta mengatakan, sebenarnya sudah ada rancangan pembuatan ruas jalan baru seperti jalan yang baru dikerjakan di ujung jembatan Melawi persis persimpangan Jalan MT Haryono. Jalan tersebut akan dijadikan jalan alternatif ke arah Masuka dan Pasar Sungai Durian. Jalan baru ini nantinya akan menjadi jalur truk agar tidak numpuk di satu ruas jalan.

Sementara itu, kata Hatta beberapa ruas jalan akan dijadikan satu arah agar tidak terjadi kemacetan. “Terjadinya kemacetan ini dikarenakan adanya penumpukan di satu jalan saja,” ujarnya.

Hatta mengungkapkan sering terjadinya kemacetan di Simpang Lima Lintas Melawi juga akan segera diatasi. Dikatakannya sudah ada rencana pembangunan jalur baru dari arah Seroja langsung ke Lintas Melawi sehingga kendaraan yang berasal dari Seroja tidak perlu lagi melewati Simpang Lima tapi bisa langsung ke Jalan Lintas Melawi.

Untuk mengatasi kemacetan di Sintang, sejak tahun lalu, Dishub Sintang sudah melarang seluruh truk ekspedisi untuk bongkar muat barang pada pagi hari. Jam bongkar muat barang sudah ditentukan pada pukul 12.00 WIB ke atas. Nantinya truk-truk ekspedisi dari Pontianak ketika sampai di Sintang harus parkir di Terminal Sungai Ukoi terlebih dahulu baru siangnya masuk ke Sintang untuk bongkar muat. (tra)