Pemkab Sintang Anggarkan Dana Jamkesda Rp3 Miliar

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 85

Pemkab Sintang Anggarkan Dana Jamkesda Rp3 Miliar
Ilustrasi. Net
SINTANG, SP - Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dr Rosa Trifina mengatakan, tahun ini Pemkab Sintang masih menganggarkan dana Jamkesda sebesar Rp3 miliar. Dana Jamkesda ini untuk menampung pasien kurang mampu yang tidak memiliki kartu BPJS. 

“Pemkab memang masih dibolehkan untuk menyiapkan pembiayaan Jamkesda ini. Namun di tahun 2019 nanti, sudah tidak boleh lagi ada pembiayaan semacam ini. Karena semuanya harus melalui BPJS. Dari itu masyarakat diarahkan untuk segera mengurus BPJS,” kata dia.

Dikatakan Rosa, di tahun 2017 lalu, dari Rp3 miliar dana yang disiapkan oleh Pemkab Sintang untuk Jamkesda hanya terserap sebesar 30 persennya saja. Masyarakat yang menggunakan pembiayaan Jamkesda saat berobat ini, rata-rata mereka yang berasal dari pedalaman.

“Pasien yang kami lihat benar-benar tidak mampu menanggung biaya berobat, dan tidak memiliki kartu BPJS maka bisa menggunakan pembiayaan Jamkesda ini,” kata Rosa. 

Menurut Rosa, pembiayaan Jamkesda memang masih dibutuhkan oleh masyarakat. Karena tidak semua masyarakat terdata dalam BPJS.

“Masyarakat yang tidak mampu mau berobat tapi dia tidak punya BPJS, masyarakat tersebut bisa menggunakan fasilitas Jamkesda, asal memiliki KTP Sintang. Jadi otomatis dia masuk Jamkesda. Masyarakat Sintang ini sudah benar-benar diurus oleh Pemkab Sintang,” ujarnya.

Selain menyiapkan dana Jamkesda, RSUD Sintang sampai saat ini juga belum menaikkan tarif umum rumah sakit. Dikatakannya, seharusnya tarif rumah sakit setiap tahunnya dicek kembali. 

“Itu idealnya. Tapi untuk mengubah tarif itu, prosesnya sangat panjang. Kami perlu menghitung kembali costnya,” terangnya.

Jika ingin menaikkan tarif rumah sakit, dibutuhkan kaji terap. “Kemudian kita bawa lagi untuk pembahasan di dewan,” jelasnya.

Menurut Rosa, sampai saat ini RSUD masih menganggap tarif yang ada masih bisa menutupi biaya rumah sakit. Apalagi RSUD memang tidak dibolehkan mencari untung.

"Tarif rumah sakit yang ada saat ini merupakan tarif yang ditetapkan pada tahun 2015 lalu," pungkasnya. (tra/pul)