UMKM Penopang Ekonomi Masyarakat, Jarot Optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi Sintang

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 131

UMKM Penopang Ekonomi Masyarakat, Jarot Optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi Sintang
EKONOMI - Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) masih bertahan di tengah kelesuan ekonomi akibat turunnya harga karet dan sawit. Bupati Sintang, Jarot Winarno optimis ekonomi Sintang akan bertumbuh. (Net)
Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) terbukti mampu bertahan di tengah kelesuan ekonomi akibat turunnya harga karet dan sawit. Tentu itu merupakan suatu pencapaian yang baik dalam menjaga ekonomi masyarakat.

SP - Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang, Jarot Winarno, dirinya optimis dengan pertumbuhan ekonomi Sintang, meski di wilayah timur Kalimantan Barat tengah mengalami kelesuan ekonomi.

“Banyak potensi sumber pendapatan lain yang bisa kita dorong. Kami juga akan melakukan upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat, dengan cara membuat program pembinaan, percepatan lelang serta pelaksanaan proyek pembangunan, dan mengundang para investor industri hilir," kata Jarot.

Menurut dia, kelesuan terjadi karena harga karet dan sawit yang rendah, sehingga daya beli masyarakat menurun. Kondisi itu diperburuk dengan rusaknya infrastruktur dasar yang memicu ekonomi biaya tinggi.

Jarot mengatakan, visi Pemerintah Kabupaten Sintang adalah Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sintang Yang Cerdas, Sehat, Maju, Religius dan Sejahtera, yang didukung penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih pada tahun 2021.

“Khusus untuk mendorong ekonomi kerakyatan, kita akan mengkoordinir dinas yang tergabung dalam persemakmuran untuk merancang dan melaksanakan program pembinaan dan pengembangan ekonomi rakyat. Serta mendata dan mengembangkan seluruh potensi yang ada disetiap kecamatan dan desa," kata dia.

Dengan demikian, setiap kecamatan dan desa memiliki keunggulan sesuai potensinya serta memiliki daya dorong ekonomi. Untuk menumbuhkan gairah ekonomi di Kabupaten Sintang, Pemkab akan mendorong ekonomi kerakyatan karena memiliki basis yang kuat, menggali potensi lokal, dan mampu bertahan saat krisis.

Wakil Bupati Sintang Askiman, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi "kegawatdaruratan" ekonomi, seiring turunnya pendapatan warga karena harga karet dan sawit yang jeblok.

"Untuk menggerakan ekonomi masyarakat ini, saya mendorong agar lembaga keuangan seperti bank, credit union dan koperasi agar mulai memfasilitasi nasabah dan anggotanya dengan memberikan pinjaman bunga rendah untuk mereka melakukan usaha baru yang produktif," ujarnya.

Sementara Kadisperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman menyampaikan, bahwa memang ada banyak potensi yang dimiliki 14 kecamatan yang ada. Untuk itu, pihaknya akan latih para calon petani tersebut sesuai jenis komoditi yang akan dikembangkan.

"Kita banyak melakukan pelatihan-pelatihan bagi kelompok masyarakat yang akan mengembangkan sebuah produk. seperti di Pandan Kecamatan Sungai Tebelian ada kelompok usaha masyarakat yang memproduksi sapu lidi yang kualitasnya sangat baik, saya harapkan agar Dinas Kebersihan bisa membeli sapu lidi tersebut untuk keperluan penyapu jalan," harap Sudirman.

Sudirman mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk kreatif memanfaatkan peluang usaha yang ada, jika sudah ada usahanya, segera manfaatkan fasilitas pinjaman di lembaga keuangan untuk mengembangkan usahanya. (tantra/pul)

Komentar