50 Rumah Transmigrasi Lokal akan Dibangun di Nanga Bayan

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 147

50 Rumah Transmigrasi Lokal akan Dibangun di Nanga Bayan
RUMAH - Seperti inilah rumah transmigrasi lokal yang akan dibangun di Nanga Bayan. Rumah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang tinggal di desa tersebut. (SP/Tantra)
SINTANG, SP - Sebanyak 50 unit rumah untuk transmigrasi lokal akan dibangun di Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu. Rumah ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin di desa tersebut, yang mengikuti program transmigrasi lokal untuk masyarakat setempat. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sintang, Florensius Kaha mengatakan, pembangunan rumah transmigrasi lokal ini menggunakan dana APBN. Tahun ini merupakan tahun ketiga, pemerintah pusat meluncurkan bantuan pembangunan rumah transmigrasi lokal untuk Sintang. 

“Dua tahun lalu, pembangunan rumah transmigrasi lokal difokuskan pada Sebatung Palung Kecamatan Ketungau Hulu sebanyak 125 unit, yakni 50 unit dibangun di 2016 dan 75 unit dibangun di 2017,” ujarnya, Rabu (21/3).

Kaha mengatakan, program transmigrasi lokal ini dikhususkan untuk membantu masyarakat perbatasan yang belum memiliki tempat tinggal, atau tempat tinggalnya tidak layak huni.

“Kami akan segera mobilisasi alat ke lokasi tersebut,” katanya. 

Selain mendapatkan satu unit rumah, setiap KK yang mengikuti program transmigrasi lokal, akan mendapatkan jatah hidup juga selama setahun dan sebidang tanah untuk pertanian.

"Setiap peserta transmigrasi lokal ini akan mendapatkan dua persil sertifikat tanah, yakni satu sertifikat tanah untuk permukiman dan satunya lagi untuk lahan pertanian seluas dua hektare," terangnya. 

Dikatakan Kaha, setiap peserta transmigrasi lokal memang mendapatkan dua hektare lahan untuk pertanian. Menurut Kaha, pemerintah pusat mempunyai target membangun 300 unit rumah transmigrasi lokal di Nanga Bayan.

“Tahun ini dibangun 50 unit. Tahun depan akan dibangun 250 unit,” kata dia. 

Saat ini, program transmigrasi lokal memang menyasar daerah perbatasan. Tapi tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun ke depan, program transmigrasi lokal akan menyasar ke pedalaman Sintang lainnya. (tra/pul)