Sintang Kekurangan Bidan dan Dokter Gigi

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 621

Sintang Kekurangan Bidan dan Dokter Gigi
Ilustrasi. Net
SINTANG, SP - Kekurangan tenaga kesehatan masih menjadi persoalan Kabupaten Sintang. Selain masih banyak kekurangan tenaga bidan, tenaga dokter juga masih belum mencukupi. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, daerah ini masih kekurangan tenaga dokter gigi. "Masih banyak Puskesmas di Kabupaten Sintang yang tanpa dokter gigi. Kalau dokter umum sudah cukup,” ujarnya, Minggu (1/4).

Dikatakan Sinto, hanya ada enam Puskesmas di Kabupaten Sintang yang memiliki dokter gigi. di antaranya Puskesmas Sungai Durian, Sungai Tebelian, Darajuanti, Puskesmas Kebong dan Sepauk.

"Kekurangan dokter gigi juga terjadi di RSUD Sintang, yang mana hanya memiliki satu orang dokter gigi. Padahal dokter gigi ini sangat dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Menurut Sinto, setiap Puskesmas harusnya memiliki dokter gigi. Bahkan dokter gigi harus ada hingga ke Puskesdes. Sinto mengakui, sulit memang untuk mendapatkan dokter gigi. Sementara dokter gigi ini sangat dibutuhkan masyarakat. 

“Ini adalah tantangan bagi kami untuk mendapatkan dokter gigi,” katanya.

Pihaknya dikatakan Sinto, selalu berusaha untuk mendatangkan dokter gigi ke Kabupaten Sintang. “Kabupaten Sintang setidaknya membutuhkan tambahan 15 dokter gigi,” kata dia.

Kabupaten Sintang juga kekurangan tenaga bidan. Ada berapa kecamatan di Sintang yang sangat minim tenaga bidannya, yakni Kecamatan Ambalau dan Ketungau Hulu.

"Daerah-daerah tersebut  kita akui tenaga kesehatannya masih kurang, ” katanya.

Kekurangan tenaga bidan di Sintang mencapai 100 orang lebih. Kekurangan itu untuk mengisi desa-desa yang belum memiliki bidan.

"Setiap desa mesti memiliki satu petugas kesehatan, baik itu bidan maupun perawat," kata Sinto.

Sedangkan untuk tenaga perawat, di Sintang sudah cukup, hanya saja banyak perawat yang tidak mau ditempatkan di desa. Ia juga menjelaskan, pihaknya ingin setiap desa memiliki petugas kesehatan, namun kendalanya, banyak desa yang belum memiliki fasilitas kesehatan. Untuk itu, ia menginginkan, desa dapat menyediakan tempat tinggal bagi petugas kesehatan.

"Kami berikan petugas kesehatannya, desa menyiapkan tempat tinggalnya, kalau kami mengharapkan APBD untuk membangun fasilitas kesehatan, tidak tahu kapan bisa terwujud," jelas Sinto. 

Menurutnya, hingga saat ini Dinkes Kabupaten Sintang belum mampu mengangkat bidan kontrak daerah untuk mengisi kekurangan tenaga bidan tersebut. (tra/pul)