Pemkab Sintang Kembangkan Pertanian Cabai, Dinas Pertanian Fokuskan padas Desa Penghasil

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 190

Pemkab Sintang Kembangkan Pertanian Cabai, Dinas Pertanian Fokuskan padas Desa Penghasil
PANEN - Wakil Bupati Sintang, Askiman melakukan panen cabai di Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir, belum lama ini. Pemkab Sintang saat ini fokus mengembangkan pertanian cabai. (SP/Tantra)
Mahalnya harga cabai rawit di pasaran ternyata menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Sintang. Pemkab setempat, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan kini sedang mengembangkan program tanam cabai, guna mempermudah dilakukan oleh masyarakat ataupun petani.

SP - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Veronika Ancili mengatakan, sejumlah desa di Kabupaten Sintang sedang fokus pada pengembangan pertanian cabai. Dikatakan dia, beberapa desa di antaranya memang sudah terkenal sebagai penghasil cabai. 

Desa tersebut, di antaranya, Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir dan Desa Baning Panjang Kecamatan Kelam Permai merupakan desa penghasil cabai. 

“Produksi cabai mereka pun dijual sampai ke luar Kabupaten Sintang. Bahkan dijual sampai ke Kepulauan Riau,” katanya, Senin (2/4).

Dikatakan Veronika, Desa Baning Panjang terhitung sebagai desa baru yang mengembangkan pertanian cabai. Sementara Desa Pakak memang sudah lama terkenal sebagai penghasil cabai.

“Kedua desa beda kecataman ini berpotensi jadi pengembangan budidaya cabai. Sejak dulu dan turun temurun penduduk Desa Pangkak merupakan petani cabai, dengan 296 KK memiliki kebun cabai,” ujar Veronika.

Dipaparkannya, kesuksesan Desa Baning Panjang dikarenakan menggunakan teknologi yang modern dalam pengolahan kebun yang luasnya sekitar 1,1 hektare, dengan 11 ribu batang. Di desa ini, kebun cabai dikelola oleh satu Kelompok Petani (Poktan).

Saat ini, kata Veronika, kebun cabai yang dikelola oleh Poktan Desa Baning Panjang, berumur tujuh bulan dan sudah panen setiap tiga hari sekali. Suksesnya Poktan ini, diakui Veronika sama sekali tidak dibantu oleh Distanbun Sintang.  

“Kami belum pernah membantu, semuanya merupakan keras mereka sendiri. Poktan di sini juga punya relasi sendiri di Kota Pontianak. Produksi cabai ditampung sebelum akhirnya dikirim ke luar Kalbar,” katanya.   

Menurut Veronika, suksesnya para petani berkebun cabai, berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Meskipun untuk Desa Baning Panjang masih hanya dikelola oleh satu Poktan saja, namun mereka sudah terhitung sukses bisa menembus pasar sampai keluar provinsi.   

Veronika mengakui, Distanbun kini terus mengupaya pembinaan ke berbagai sektor produk unggulan desa. Program ini menjadi bagian dari Program Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2EMAS) Kabupaten Sintang. (tantra nuradi/bob)