Pelestarian Hutan Penting untuk Orangutan, Jarot Ajak Semua Pihak Terlibat

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 109

Pelestarian Hutan Penting untuk Orangutan, Jarot Ajak Semua Pihak Terlibat
PELEPASLIARAN – Bupati Sintang, Jarot Winarno saat pelepasliaran orangutan ke habitatnya. Jumlah orangutan saat ini terus berkurang seiring menurunnya kondisi hutan. Jarot pun mengajak semua pihak turut serta mengatasi masalah ini. (SP/Tantra)
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno
"Untuk itu, lingkungan perlu dilestarikan. Karena orangutan habitatnya berada di kawasan lingkungan hutan"

SINTANG, SP – Penurunan kondisi hutan akibat eksploitasi pembukaan lahan ditenggarai menjadi penyebab semakin berkurangnya habitat orangutan di alam liar.

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno mengatakan kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak agar kawasan hutan yang menjadi tempat tinggal orangutan dapat terus terjaga dengan baik.

“Untuk itu, lingkungan perlu dilestarikan. Karena orangutan habitatnya berada di kawasan lingkungan hutan,” katanya, kemarin.

Wiratno hadir di Kota Sintang untuk membuka kegiatan lokakarya dengan tema “The Future of Unreleasable Orangutans ”. 

Kegiatan ini digelar sebagai upaya penyelamatan orangutan di Kalimantan Barat. Penyelenggara kegiatan ini yakni, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang.

Dikatakan Wiratno agar keberadaan orangutan bisa terus terjaga diperlukan adanya sekolah orangutan. Ia pun mengapresiasi Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang yang sudah melepaskan tiga individu orangutan, dan akan dilakukan pelepasliaran ke hutan.

Wiratno berharap lokakarya yang digelar menjadi wadah bagi pakar orangutan untuk beradu gagasan, bagaimana membangun rumah yang layak bagi unreleaseable orangutan.

“Memberikan alternatif-alternatif solusi dalam memberikan kehidupan yang layak bagi unreleasable orangutan, untuk dapat menikmati kebebasannya tanpa terganggu,” katanya. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan, Kabupaten Sintang memiliki luas 21.000 kilometer persegi, dengan 59 persen kawasan tutupan hutan.

“Jadi kurang lebih 2,1 juta hektar di Kabupaten Sintang merupakan kawasan hutan, dan sisa 41 persen nya itu merupakan non kawasan hutan,” kata Jarot.

Dikatakan Jarot, Kabupaten Sintang masuk dalam salah satu Kabupaten Bestari, yang bertekad menyumbangkan antara pembangunan ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentunya kita bertekad, sebagai kabupaten bestari yang senang menjaga hutan, menjaga kelestarian lingkungan dan pengakuan terhadap adat istiadat serta budaya,” katanya. 

Menurut Jarot, merawat hutan dan lingkungan tidak bisa sendiri. Apalagi korelasi antara hutan dan orangutan sangatlah kuat.

“Jadi harus ada beberapa pihak yang ikut andil dalam kegiatan seperti ini, seperti masyarakat sipil. Karena kedua korelasi antara hutan dan orangutan itu sangat kuat, tentu kita harus bersama-sama menjaga hutan,” tuturnya

Jarot memberikan apresiasi terhadap penyelamatan orangutan dan pelestarian lingkungan hutan.

“Pemerintah daerah sendiri tentunya sangat mendukung kegiatan ini, karena untuk dapat menuju Sintang yang semakin lestari. (tra/jee)