Jarot Ingatkan Masyarakat Makna Demokrasi

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 159

Jarot Ingatkan Masyarakat Makna Demokrasi
PAGELARAN – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka pagelaran seni budaya dalam rangka menyongsong satu tahun Pemilu serentak se-Indonesia di Kabupaten Sintang, Sabtu (22/4) malam. (Humas)
SINTANG, SP - Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri pagelaran seni budaya dalam rangka menyonsong  satu tahun Pemilu serentak se-Indonesia yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang di stadion Apang Semangai Sintang Sabtu (21/4) malam.

Pagelaran hari itu menampilkan tarian dari berbagai suku di Kabupaten Sintang dan drama yang berkaitan dengan proses tahapan Pemilu.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sintang, Terry Ibrahim, Forkopimda Sintang, Ketua KPU Sintang, tokoh agama, tokoh masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah, serta masyarakat Sintang.

Dalam sambutanya, Jarot mengatakan, Pemkab Sintang memberikan apresiasi acara yang digelar KPU. Terlebih menurutnya, kegiatan ini juga merupakan wujud syukur bangsa Indonesia dalam menyognsong satu tahun pesta demokrasi atau Pemilu serentak di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jarot mengingatkan makna demokrasi yang dikenal dalam bahasa latin yakni Vox Populi Vox Dei yang artinya suara rakyat adalah suara Tuhan. 

“Kalau suara rakyat kita hambat dengan penyelenggaraan Pemilu yang tertatih-tatih, yang tidak lancar, gangguan keamanan di sana-sini, unjuk rasa, intimidasi, politik rasial, money politik di mana-mana, maka yang kita dapatkan bukan suara murni rakyat, bukan suara rakyat adalah suara Tuhan,” kata  Jarot.
 
Untuk itu lanjut Jarot, meskipun secara keseluruhan bangsa Indonesia optimis dalam penyelenggaran Pemilu akan datang berjalan aman, tertib, bebas dan rahasia, namun semuanya harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, partai politik, pemerintah daerah, KPU, Panwaslu, dan semua unsur di Sintang bergandengan tangan mewujudkan kualitas penyelenggaran Pemilu, khususnya di Kabupaten Sintang sehingga berjalan baik dan lancar sesuai dengan keingina bersama,” pinta Jarot.

Selain itu, Jarot juga menjelaskan hakikat demokrasi dengan istilah setiap warga negara diberi kesempatan untuk mengartikulasikan, mengekspresikan, menyatakan keinginan-keinginannya dengan berbagai cara yang baik dalam keikutsertaan dalam Pemilu serentak, sehingga keterlibatannya dapat menciptakan pemerintahan yang baik.

“Makna demokrasi adalah pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel juga  pemerintahan yang kredibel dan pemerintahan yang menjunjung tinggi ketelibatan publik dalam setiap pengambilan keputusan,” jelas jarot.

Sementara Ketua KPU Sintang, Supranto Aji mengatakan acara yang digelar juga merupakan sosialisasi yang dilakukan KPU serentak di seluruh Indonesia. 

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman awal kepada lapisan masyarakat berkaitan dengan Pemilu serentak tahun 2019, sehingga masyarakat diharapkan dapat mengetahui tahapan Pemilu, peserta Pemilu, dan tentunya dapat berparrtisipasi dalam seluruh tahapan yang akan dilaksanakan,” kata Supranto.

Sebagaimana diketahui Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak pertama dalam sejarah kenegaraan Indonesia yang akan memilih wakil-wakil rakyat di legislatif, sekaligus memilih kepala pemerintahan, yaitu Presiden dan Wakil Presiden secara bersamaan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Untuk itu dibutuhkan persiapan-persiapan agar pelaksanaanya berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

“Sosialisasi yang masif kepada masyarakat sangat dibutuhkan agar mereka memahami esensi Pemilu dan mau menggunakan hak pilihnya,” jelas Supranto. (hms/jee)