Harga Eceran Gas Melon Tembus Rp27 Ribu Per Tabung

Sintang

Editor Indra W Dibaca : 241

Harga Eceran Gas Melon Tembus Rp27 Ribu Per Tabung
Wakil Bupati Sintang, Askiman melakukan sidak ke pangkalan elpiji di Kota Sintang, Selasa (5/6). (SP/Tra)
SINTANG, SP -  Sejumlah warga di Kota Sintang, mengeluhkan tingginya harga elpiji 3 kg yang dijual oleh pengecer. Harga jual gas melon bersubsidi tersebut mencapai harga Rp27 ribu per tabung. 

Dwi, warga Masuka Sintang mengeluh karena dalam seminggu terakhir harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer sangat tinggi yakni mencapai Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per tabung.

“Harga elpiji 3 kg kalau di warung-warung sangat mahal. Di Masuka, harganya sampai Rp27 ribu per tabung,” keluhnya.

Karena tingginya harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer, Dwi terpaksa rela mengantre dua sampai tiga jam lamanya untuk membeli elpiji di pangkalan. Itu pun dia hanya bisa mendapatkan satu tabung gas saja.

“Kalau di pangkalan harga elpiji 3 kg hanya Rp17 ribu per tabung,” katanya.

Keluhan sama disampaikan Yanti, warga Baning Sintang. Dia mengaku, saat ini sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg. Sebab di sejumlah pengecer, gas elpiji 3 kg sering kali kosong. Sementara, jika harus membeli gas ke pangkalan, Yanti mengaku sangat repot karena jaraknya yang jauh.

Yanti berharap, Pemkab bisa mengontrol harga gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer agar tidak terlalu mahal, dan stoknya selalu ada.

Wakil Bupati Sintang, Askiman bersama Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman menggelar sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan, Selasa (5/6) pagi. Dalam sidak itu, Askiman juga mendatangi salah satu pangkalan elpiji di Kota Sintang.

Wakil Bupati Sintang, Askiman mengatakan, harga elpiji 3 kg yang dijual di pangkalan masih memenuhi harga standar, yakni Rp17 ribu per tabung.

Dikatakan Askiman, tim Pemkab Sintang akan memantau ke lapangan, untuk mencari tahu ada tidaknya pengecer menjual elpiji 3 kg dengan harga yang sangat mahal. Karena memang, gas elpiji 3 kg ini tidak boleh dijual dengan harga mahal, sebab gas elpiji 3 kg merupakan gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Menjual elpiji 3 kg harus sesuai HET yang ditentukan,” katanya.

Askiman mengimbau, agar masyarakat tidak membeli elpiji 3 kg di pengecer. Tapi carilah elpiji 3 kg langsung ke pangkalan. Dia juga meminta pangkalan dapat melayani semua masyarakat.

“Untuk pengecer yang menjual elpiji 3 kg dengan harga sangat tinggi, tim akan turun ke lapangan untuk mengendalikan harganya,” tegas Askiman. (tra)