Pemudik Diminta Waspada Aksi Jambret dan Hipnoptis

Sintang

Editor Indra W Dibaca : 232

Pemudik Diminta Waspada Aksi Jambret dan Hipnoptis
Arus mudik Lebaran melalui jalur Sungai Melawi. (SP/Tra)
SINTANG, SP – Ada kecederungan angka kejahatan saat musim mudik Lebaran meningkat. Polsek Sintang Kota pun terus memberikan imbauan pada para pemudik untuk mewaspadai aksi kejahatan di jalanan.

"Pemudik, saya minta hati hati dengan tindak kejahatan seperti jambret, todong dan hipnoptis," kata Ipda Nikadelis Dekok bersama anggota, Senin (11/6), saat memberikan imbauan pada penumpang yang akan mudik lebaran di Terminal Sungai Durian.

Ipda Nikadelis Dekok mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan umum, seperti bus ataupun angkutan umum lainnya, agar tidak mudah percaya terhadap orang yang baru saja dikenal. Apalagi menawarkan bantuan jasa.

“Kita jangan mudah percaya dengan orang yang baru kita kenal, belum tentu mereka berniat baik,” pinta Ipda Nikadelis Dekok pada penumpang Bintang Jasa.

Kanit Sabhara Polsek Sintang Kota tersebut juga mengimbau penumpang kendaraan umum, agar hati-hati terhadap barang bawaannya. Sehingga mudik lebaran tahun ini bisa menjadi momentum dan suasana bahagia bertemu dengan keluarga.
“Hati hati juga barang bawaan, jangan sampai ada yang tertinggal apalagi hilang,” katanya.

Bunga, warga Kecamatan Dedai yang kebetulan mau mudik ke Kabupaten Sambas merasa nyaman saat mudik. Karena banyaknya polisi yang selalu berjaga di Pos Pam Lebaran. Meski demikian, dia juga akan berhati hati-hati.

Sejak dua hari terakhir, arus mudik lebaran melalui jalur Sungai Melawi di Kecamatan Serawai mulai mengalami lonjakan penumpang. Diperkirakan puncak arus mudik lewat sungai terjadi H – 1 lebaran.

"Biasanya lonjakan arus mudik lewat sungai ini, selalu terjadi mulai satu minggu sebelum perayaan Lebaran. Sementara puncak arus mudik lebaran akan terjadi pada H – 1," kata Kapolsek Serawai, Ipda Sugiyono.

Kapolsek mengatakan, kondisi arus mudik melalui jalur sungai ini sangat tergantung pada kondisi cuaca. Jika kondisi seperti sekarang, yang sudah mulai masuk musim kemarau, Sungai Melawi di beberapa tempat sudah mulai kering dan berdampak terhadap transportasi sungai," katanya.

Karena itu, dia mengimbau para pemudik yang menggunakan jalur Sungai Melawi menuju ke Kecamatan Serawai, agar membawa barang-barang seperlunya saja karena terbatasnya jumlah beban kendaraan air. Sementara pemilik kendaraan air (motorist) tidak memaksakan jumlah penumpang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Para ibu ibu untuk memperhatikan dan menjaga anak-anaknya. Apalagi jika memiliki anak di bawah umur untuk terus dipantau selama perjalanan,” tukasnya. (tra)