Meski Dekat Kota, Ratusan Rumah di Batu Lalau Tetap Gelap Gulita

Sintang

Editor Indra W Dibaca : 95

Meski Dekat Kota, Ratusan Rumah di Batu Lalau Tetap Gelap Gulita
Ilustrasi desa tidak dialiri listrik. (Net)
SINTANG, SP – Meski jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari Kota Sintang, namun Kelurahan Batu Lalau, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, sampai saat ini masih gelap gulita. Suplai listrik dari PLN belum juga masuk mengaliri rumah-rumah di kelurahan tersebut.

Warga yang tinggal di daerah tersebut seakan diabaikan. Padahal, warga bersama anggota DPRD dari dapil Kota Sintang sudah beberapa kali meminta PLN segera memasang jaringan listrik ke kelurahan ini. Bahkan, anggota DPRD Sintang, Hamzah Sopian mengaku sudah kesal, karena berulang-ulang mengajukan pemasangan jaringan listrik ke Kelurahan Batu Lalau, tapi tidak juga digubris.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikannya ke PLN dan Pemkab Sintang, agar listrik segera masuk ke Kelurahan Batu Lalau. Tapi omongan kita, dianggap angin lalu,” kata Hamzah, Senin (18/6).

Dikatakan Hamzah, ada ratusan rumah di Kelurahan Batu Lalau. Sampai saat ini, setiap malam masyarakat di sana harus mengeluarkan uang Rp20 ribu untuk membeli bensin agar bisa menghidupkan mesin genset.

“Ini pun tidak semua warga memiliki genset,” katanya.

Hamzah mengungkapkan, selain Kelurahan Batu Lalau, ada beberapa desa di Kecamatan Sintang yang masih gelap gulita. Seperti Desa Tanjung Kelansam dan Mungguk Bantok.

“Kasihan masyarakat di sana, setiap malam harus gelap gulita,” katanya.

Hamzah menceritakan, saat malam takbiran, masyarakat di Kelurahan Batu Lalau harus takbir keliling dengan membawa senter dan obor.

“Kondisi ini sudah terjadi sejak Indonesia merdeka,” ujarnya.

Dia mengaku, sejak dirinya menjadi anggota DPRD Sintang, pihaknya sudah sangat sering menyampaikan persoalan ini ke PLN dan Pemkab Sintang. Tapi belum ada tanggapan sampai sekarang.

Dipaparkannya, beberapa tahun lalu, alasan PLN belum mengaliri listrik ke Batu Lalau karena terkendala tanah. Tidak ada warga yang mau tanahnya ditancap tiang listrik.

“Tapi sekarang, orang yang punya tanah, tidak lagi mempermasalahkan tanahnya dilewati tiang listrik,” ungkapnya.

Menurut Hamzah, sekarang sebenarnya sudah tidak ada persoalan bagi PLN untuk mengaliri listrik ke kelurahan itu. Tapi anehnya, sampai sekarang listrik PLN sampai sekarang belum juga masuk ke daerah itu.

“Saya berharaplah, manager PLN yang baru mau mendengarkan aspirasi masyarakat Kelurahan Batu Lalau,” harapnya.

Dikatakan Hamzah, sudah setiap tahun, ada petugas PLN yang datang ke Batu Lalau untuk survei dan mengukur titik-titik tempat gardu. Tapi tetap saja listrik belum masuk ke kelurahan ini. Sementara masyarakat di sana selalu bertanya kapan listrik masuk ke daerah mereka. (tra)