Dut, Wanita Bak Tengkorak Hidup Itu Akhirnya Meninggal Dunia

Sintang

Editor Indra W Dibaca : 4773

Dut, Wanita Bak Tengkorak Hidup Itu Akhirnya Meninggal Dunia
Dut (31), warga Desa Balai Harapan saat mendapat pertolongan petugas kesehatan. (SP/End)
SINTANG, SP - Dut (31), warga Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, meninggal dunia saat akan dibawa ke rumah sakit. Dia menghembuskan nafas terakhirnya saat pertolongan akhirnya datang padanya. 

Ibu dua anak itu, sebelumnya menyedot perhatian warganet setelah akun Facebook, Veronika Deka, mengunggah foto dirinya  terbaring tak berdaya dengan kondisi tubuh sangat kurus bagaikan 'tengkorak hidup', Jumat (10/9).

Foto tersebut mengaduk-aduk emosi para netizen. Tak sedikit yang prihatin dan peduli dengan kondisinya. Bagai pesan darurat untuk semua orang, bahwa ada wanita malang yang membutuhkan pertolongan.

Setelah viral di media sosial, Dinas Kesehatan Sintang melalui petugas kesehatan Puskesmas Tempunak bersama perangkat desa, melacak tempat tinggal Dut untuk diberikan pertolongan. Dut kemudian dijemput dan langsung dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.

Veronika Deka, kerabat korban yang memposting foto Dut mengatakan, pada Jumat (10/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB, petugas Puskesmas Tempunak beserta mobil ambulance datang menjemputnya. Mereka kemudian ke rumah dimana Dut berada.

"Kemarin malam ambulance puskesmas langsung datang dan langsung ke rumah Dut. Setelah sempat dipasang infus dan dinaikan ambulance, sekitar pukul 23.30 WIB dalam perjalanan menuju rumah sakit, tenaga kesehatan yang mendampingi menyatakan Dut telah meninggal," kata Veronika, Sabtu (11/8).

Kabar kematian Dut dibenarkan oleh Anggota Komisi C DPRD Sintang, Tuah Mangasih yang juga merupakan warga Desa Balai Harapan. Dia menyasalkan kejadian ini, karena tak ada satu pun yang tahu kondisi Dut selama ini selain pihak keluarga.

"Saya tidak habis pikir kenapa sampai tidak ada orang yang tahu selain keluarganya. Sangat-sangat miris melihat kejadian ini," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Sinto Linoh mengatakan, kondisi pasien memang sudah sangat lemah saat mendapat pertolongan. Sehingga pasien tidak bisa bertahan untuk sampai ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dalam perjalanan. 

"Saya merasa down dengan kejadian ini. Rasanya seperti tak ada hasilnya saya berkoar-koar mengingatkan masalah kesehatan setiap hari," sesalnya.

Kepala Desa Balai Harapan, Nanang menjelaskan, jarak rumah Dut dengan pusat desa hanya sekitar dua kilometer, sedangkan jarak dengan Jalan Raya Tempunak kurang lebih satu kilometer saja.

Namun karena Dut dan keluarganya tinggal di rumah di tengah areal perkebunan kelapa sawit dan jauh dari tetangga, menyebabkan informasi sakitnya Dut tak diketahui orang lain, kecuali pihak keluarganya.

Dut sebelumnya diketahui tinggal di sebuah rumah di tengah kebun kelapa sawit milik PT SAM, bersama orang tua, adik-adiknya dan dua anaknya. 

Dari keterangan Veronika, Dut mengidap penyakit diabetes. Luka di kakinya sudah parah. Beberapa waktu lalu menurut ibunya, ada sekitar 14 ekor ulat yang diambil dari kaki Dut.

Ulat itu sudah masuk menyerang tulang sumsumnya. Bahkan sudah mengeluarkan bau amis yang luar biasa.

Kondisi Dut yang memprihatinkan baru diketahui setelah Veronika mengunjunginya dan mengunggah foto Dut ke media sosial. (end)