Kabupaten Sintang Rawan Demam Berdarah

Sintang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 143

Kabupaten Sintang Rawan Demam Berdarah
Sintang, SP – Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat masih dihantui wabah demam berdarah. Hingga Oktober 2018 terjadi 183 kasus demam berdarah di Kabupaten Sintang.  

Menurut Bupati Sintang, Jarot Winarno, berdasarkan data Dinas Kesehatan demam berdarah paling banyak terjadi di Kecamatan Sintang (82 kasus) dan Sepauk (28 kasus). “Pemerintah telah memerintahkan seluruh puskesmas melaksanakan berbagai upaya pencegahan serta penanganan kasus tersebut,” kata Jarot, Minggu (14/10).  

Upaya tersebut antara lain dengan melakukan penyuluhan demam berdarah, membagikan bubuk abate gratis, dan penyemprotan di wilayah rawan demam berdarah.  

“Juga melakukan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat. Serta berkoordinasi dengan musyawarah pimpinan kecamatan agar dilaksanakan kegiatan bersih lingkungan di wilayah kecamatan, desa, dan dusun,” paparnya.  

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh mengatakan hampir setiap tahun Sintang menghadapi kasus luar biasa demam berdarah. “Tahun ini justru kita belum berstatus KLB,” kata Harysinto.  

Harysinto menghimbau masyarakat tidak hanya mengandalkan penyemprotan untuk mencegah demam berdarah. Pola hidup bersih efektif mencegah penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah.  

“Sama saja tidak mencegah jika tidak membersihkan lingkungan, tidak menabur serbuk bate, dan lain sebagainya,” ujar Harysinto. (pul)