Atasi Perdagangan Orang, Wakil Bupati Minta Gugus Tugas Jangkau Kecamatan

Sintang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 88

Atasi Perdagangan Orang, Wakil Bupati Minta Gugus Tugas Jangkau Kecamatan
Sintang, SP - Wakil Bupati Sintang, Askiman membuka Sosialisasi Rencana Aksi Daerah Tindak Pidana Perdagangan Orang (RAD TPPO) di Balai Ruai, Senin (5/11).  

Sosialisasi dilaksanakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang yang diikuti 30 peserta lintas organisasi perangkat daerah dan lembaga swadaya masyarakat.  

“Pencegahan tindak pidana perdagangan orang harus dilakukan dengan terencana dan terus menerus. Saat ini sudah terjalin kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Sintang dengan Kejaksaan Negeri Sintang dan Polres Sintang. Di Sintang sudah ada terjadi kasus perdagangan orang meskipun kecil, karena kita semua sudah berusaha mencegahnya,” kata Askiman.  

Askiman  menilai sasaran sosialisasi seharusnya langsung kepada masyarakat. Menurut Askiman, upaya pencegahan lebih efektif jika gugus tugas yang sudah ada menjangkau  masyarakat hingga kecamatan.  

“Bagi saya, pembangunan daerah yang sulit adalah membangun sumber daya manusia. Membangun fisik itu gampang, ada anggaran langsung bisa bangun jalan atau gedung. Tetapi membangun manusia itu sulit. Mari kita semakin peduli terhadap masalah dan kasus perdagangan orang ini. Sinergitas antar pimpinan di daerah sudah bagus,” ujarnya.  

Pemkab Sintang mendukung dinas teknis untuk merancang program dan anggaran agar sosialisasi tindak pidana perdagangan orang semakin gencar.  

Bripka Budi Wijayadi, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sintang menjelaskan selama tahun ini sudah terjadi 2 kasus tindak pidana perdagangan orang.  

“Berdasarkan kasus yang ada, penyebabnya adalah kemiskinan. Ingin merantau,tingkat pendidikan rendah dan terkecoh gaya hidup mewah. Proses terjadinya perdagangan orang biasanya ada perekrutan dan penampungan. Biasanya juga ada pemalsuan dokumen,” kata Bripka Budi Wijayadi.

Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan. Bisa juga penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau iming-iming memberi bayaran. (hms/Noverita Siboro)