Kamis, 19 September 2019


Maskapai Batal Terbang ke Sintang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 88
Maskapai Batal Terbang ke Sintang

GANGGU PENERBANGAN – Kabut asap pekat menggangu jarak pandang. Maskapai Nam Air batal terbang dari Pontianak ke Sintang karena alasan kabut asap atau cuaca. Hal tersebut membuat sejumlah penumpang mengaku kecewa.

SINTANG, SP - Maskapai Nam Air batal terbang dari Pontianak ke Sintang karena alasan kabut asap atau cuaca. Hal tersebut membuat sejumlah penumpang mengaku kecewa.

“Pertama Nam Air IN 144 tujuan Sintang schedule 11.20 WIB. Informasi pertama didapat pukul 12.30 WIB bahwa ada keterlambatan penerbangan karena alasan cuaca. Kemudian pada 14.00 WIB langsung diinformasikan dibatalkan penerbangan,” ujar jane, satu di antara penumpang Nam Air, Senin (9/9).

Jane sedianya akan berangkat menuju Sintang dari Pontianak. Selama keterlambatan itu, dia mengaku tidak ada sama sekali kompensasi yang didapat oleh penumpang.

“Kita tidak ada kompensasi sama sekali, tiket refund akan diproses Jakarta dan pengembalian dua minggu sampai satu bulan akan ditransfer via rekening penumpang dan dipotong 15 persen,” kata dia.

Dengan adanya pemotongan 15 persen menurutnya tidak adil. Ia meminta dan berharap uang tiket segera dikembalikan dan tidak ada pemotongan.

“Uang tiket harusnya segera dikembalikan dan utuh. Tidak ada pemotongan. Jika bicara rugi kami sudah rugi waktu dan ditambah dipotong lagi,” pintanya.

Ia berharap tidak ada lagi kejadian batal terbang karena asap dan lainnya. Menurutnya dampak asap sangat besar dan dirinya sendiri mengalami.

“Semoga asap segera hilang. Saat ini asap mulai pekat dan tentu mengganggu aktivitas. Kesehatan tentu juga terganggu,” kata dia.

Terkait pembatalan terbang dari Pontianak ke Sintang, dikonfirmasi pihak maskapai hingga berita diturunkan belum ada jawaban.

Sebelumnya, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya, Senin pagi, lancar tanpa terganggu kabut asap, tidak seperti satu hari sebelumnya.

"Pagi ini tidak ada yang terganggu aktivitas penerbangan karena jarak pandang aman. Saat ini jarak pandang 1.700 meter," ujar OIC Bandara Internasional Supadio Pontianak, Didi di Kubu Raya.

Dengan jarak pandang di atas minimal, semua aktivitas baik kedatangan dan keberangkatan tidak terkendala.
"Di penerbangan jadwal awal lancar tidak ada keterlambatan," sebut dia.

Dikatakan, berbeda dengan yang terjadi pada Minggu (8/9) pagi, di jadwal penerbangan awal akibat kabut asap yang mulai menebal berdampak pada keterlambatan pada tiga penerbangan.

"Secara umum kemarin penerbangan aman. Namun hanya tiga penerbangan keterlambatan atau terdampak kabut asap. Itu pun hanya sekitar 15 menitan," kata dia.

Sekolah Terpaksa Diliburkan 

Tak hanya menganggu kelancaran transportasi udara, kabut asap akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang juga mengganggu proses belajar mengajar siswa. Pemkab Sintang pun mengeluarkan surat keputusan meliburkan para siswa dari PAUD hingga SMA selama dua hari.

Keputusan ini diambil Pemkab Sintang karena udara di Kabupaten Sintang dalam kondisi yang tidak sehat. Dalam surat bertanda tangan Bupati Sintang Jarot Winarno Nomo:420/3395/DISDIKBUD 2019 itu, siswa diliburkan dua hari.

“Berdasarkan pemeriksaan standar pencemaran udara Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan kategori yang tidak sehat dan prediksi udara dua hari ke depan belum menunjukkan perbaikan, maka mulai tanggal 9-10 September, kegiatan pembelajaran sementara diliburkan,” tulis surat yang bersifat penting tersebut.

Para pelajar pun diminta belajar di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Pemerintah khawatir aktivitas di luar rumah dapat membahayakan kesehatan. (ant/bls)