Minggu, 17 November 2019


Sintang Belajar Ternak Sapi ke Manggarai Barat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 52
Sintang Belajar Ternak Sapi ke Manggarai Barat

BERTEMU - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M. Si dan Wakil Bupati Manggarai Barat Drh, Maria Geong, Ph.D bertemu di Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (4/11).

SINTANG, SP – Pemkab Sintang melakukan kunjungan ke Pemkab Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk belajar tentang peternakan sapi potong. Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M. Si.

Kedatangan Sekda Sintang dan rombongan ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Drh, Maria Geong, Ph.D di Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (4/11). 

Dalam kesempatan itu, Maria Geong menjelaskan bahwa jenis sapi potong di Manggarai Barat merupakan sapi potong bali dan sapi potong timor. Untuk proses perternakannya, sapi bali dipelihara dikandang, sementara sapi timor dilepas. 

"Selain sapi, peternakan kerbau juga besar di sini, dimana pemeliharaan ekstensi di Lembor Selatan paling besar untuk populasi kerbau, yakni 15 ribu ekor sapi potong bali dan 17 ribu ekor kerbau," jelasnya.

Untuk hasil perternakan, baik sapi maupun kerbau tiap bulan dikirim ke antar pulau, dimana kerbau paling banyak dikirim ke Sulsel yang didigunakan untuk upacara adat. Sementara sapi potong banyak di kirim ke Pulau Jawa. 

“Sekarang pengiriman antar pulau karena ada kebijakan pemerintah pusat untuk melindungi ternak asli daerah. Terlebih juga di sini bebas penyakit reproduksi ternak sapi, jadi bisa kirim bibit keluar, sementara untuk konsumsi sapi di Menggarai Barat ini sangat kecil," ungkap Maria Geong.

Maria Geong menambahkan, Pemkab Manggarai Barat sekarang lebih fokus pada pengembangan bibit sapi dan kerbau, yang rencana selanjutnya akan dikembangkan di Siru, Kecamatan Lembor. Pemda setempat juga menyediakan pendampingan kepada petani berupa sosialisasi dan penyiapan imunisasi hewan yg baru lahir setiap tahun untuk menghindari penyakit Antrax. 

Kemudian, setiap kerbau atau sapi yang lahir diberikan identitas untuk menandai bahwa kesehatan hewannya terjamin. Untuk pengadaan identitas (ID) ini, setiap setiap ekor dikenakan biaya Rp150 ribu dan kesehatan ternak mereka dijamin sehat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si  menjelaskan bahwa kunjungan ini dalam rangka belajar pengembangan peternakan kerbau dan sapi ke Kabupaten Manggarai Barat. 

“Di Manggarai Barat ini, peternakan sapi diusahakan oleh kelompok keluarga  atau rumah tangga. Setiap keluarga beternak sapi minimal lima ekor. Untuk pakan ternak mereka tidak sulit, karena penduduk di sini juga petani padi dan jagung. Selain rumput, ternak diberikan juga jerami padi dan batang jagung yang sudah panen digunakan untuk pakan kerbau dan sapi,” terang Yosepha.

Pemkab Sintang sendiri katanya, memang merencanakan untuk mengembangkan ternak sapi yang dilakukan oleh para petani atau keluarga nantinya. 

“Kita melalui Bidang Peternakan akan mencoba mengadopsi cara dan sistem yang sudah diterapkan oleh Pemkab dan masyarakat Manggarai Barat ini,” tambah Yosepha. (hms)