Minggu, 17 November 2019


Desa Tanjung Raya Optimis Perubahan Pasca Penetapan Kampung KB

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 113
Desa Tanjung Raya Optimis Perubahan Pasca Penetapan Kampung KB

Kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, ke kampung KB Desa Tanjung Raya Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang belum lama ini.

SINTANG, SP - Kepala Desa Tanjung Raya Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang, Hebandias sangat mengapresiasi positif pelaksanaan kampung Keluarga Berencana (KB) ditempatnya. Desa Tanjung Raya yang merupakan pemekaran dari Desa Nanga Serawai ditetapkan sebagai kampung KB pada 2018. 

Ia berharap perkembangan yang lebih baik setelah di tetapkan menjadi kampung KB. Dirinya juga sangat mengharapkan campur tangan pemerintah dalam setiap pelaksanaan kegiatan kampung KB. Desa Tanjung Raya memiliki luas 80 hektare. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1068 jiwa terbagi menjadi 350 Kepala Keluarga (KK).

"Kami berharap kedepannya desa kami semakin maju dan bisa mandiri," ucapnya saat diwawancarai belum lama ini.

Hebandias menyampaikan selama ini sinergitas dengan dinas terkait juga dilakukan dengan baik. Dalam pelaksanaannya kampung KB juga di dukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Program ini salah satu upaya untuk mengangkat desa dari yang tertinggal menjadi maju. Perkembangan setelah ditetapkan menjadi kampung KB juga sangat terasa oleh masyarakat.

"Kalau dulu jalan lebar hanya 80 cm, kini sudah sampai tiga meter," katanya.

Ia menjelaskan pembangunan jalan tersebut menggunakan dana desa dan bantuan lainnya. Kampung KB juga sangat berperan dalam proses pembangunan di Desa Tanjung Raya.

Dirinya berharap setelah Desa Tanjung Raya ditetapkan menjadi kampung KB agar menjadi prioritas dalam setiap program pembangunan. Kolaborasi untuk menuju desa mandiri juga telah dilakukan. Beberapa program saat ini tengah proses pembangunan diantaranya sanitasi.

"Kami tengah menyelesaikan bantuan sanitasi sebanyak 30 unit," jelasnya.

Hebandias menjelaskan untuk kepesertaan KB di desanya juga sangat antusias. Rata-rata masyarakat menggunakan pil dan suntik. Untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) juga sudah berjalan meskipun tidak banyak.

"Awalnya masyarakat masih ragu, namun setelah memahami masyarakat mulai berubah," pungkasnya.