Rabu, 29 Januari 2020


20 Pengerajin Tenun Sintang Ikuti Bimtek

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 98
20 Pengerajin Tenun Sintang Ikuti Bimtek

BUKA- Sekretaris Daerah Drs, Yosepha Hasnah M.Si mewakili Bupati Sintang secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis pewarna alam yang dilaksanakan di Aula Hotel Bagus, Jalan Dharma Putra Sintang, belum lama ini.

SINTANG, SP - Sekretaris Daerah Drs, Yosepha Hasnah M.Si dalam hal ini mewakili Bupati Sintang secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis pewarna alam yang dilaksanakan di Aula Hotel Bagus, Jalan Dharma Putra Sintang, belum lama ini.

Dalam sambutannya Yosepha Hasnah menyampaikan, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang sangat menyambut baik dengan kedatangan Direktorat Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian di Kabupaten Sintang.

Yosepha Hasnah juga mengatakan sebagaimana kita ketahui bahwa sektor industri aneka merupakan sektor andalan yang mampu memberikan nilai tambah dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang mampu menambah pendapatan dan kesejahteraan ekonomi di masyarakat.

"Untuk itu, perlu untuk kita membuat peraturan serta rambu - rambu yang di dalam nya kita dapat mambangun industri kecil seperti ini," kata Yosepha.

Yosepha menambahkan, bahwa sebelumnya pembangunan sektor industri telah mempunyai landasan hukum berupa Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014, tentang perindustrian yang bertujuan dalam rangka mewujudkan industri aneka yang mandiri ,berdaya saing dan maju untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam hal ini kita sebagai pemerintah daerah akan terus memantau dan memperhatikan potensi-potensi sumber daya industri daerah yang dapat kita kembangkan menjadi industri kecil dan menengah untuk dapat meningkatkan sektor ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Yosepha juga berpesan kepada lima kelompok tenun ikat yang diikuti sebanyak 20 orang pengerajin agar adanya pelatihan dan bimbingan ini, Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sintang mampu memberikan daya saing, serta mampu menciptakan inovasi-inovasi baru sehingga dapat bersaing dan lebih maju lagi ke depan.

Kasubdit IKM Sandang dan Kulit Ditjen IKMA, Bhakti Widyasari Ikaningtiyas mengatakan, kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pewarnaan alam dan fasilitasi mesin peralatan IKM Tenun di Kabupaten Sintang ini dalam rangka sinerginitas Kementerian Perindustrian dengan Dekranas. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan mutu desain kain dan adanya keragaman warna alam baru yang dapat mengikuti trend pasar yang mempunyai daya saing," kata Ikaningtyas.

Adapun Bimtek dan fasilitasi mesin pewarna alam IKM Tenun yang diadakan di Bagoes In Hotel Sintang ini diselenggarakan pada tanggal 22 - 27 November 2019 dengan diikuti sebanyak 20 lKM tenun. (hms)

Tenun Penyumbang Devisa

Ikaningtiyas menyampaikan, saat ini ada 368 sentra IKM tenun tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara. Industri tenun katanya, memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, yaitu sebagai penggerak perekonomian rakyat dan penyumbang devisa negara. 

“Untuk komoditi tenun pada tahun 2018 saja, nilai ekspornya mencapai USS 53.3 juta atau sebesar Rp752 miliar dengan negara tujuan ekspor adalah Jepang, Belanda,dan Amerika Serikat,” ungkapnya. 

Seiring dengan peningkatan ekspor tersebut. Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal lndustri Kecil dan Aneka terus melakukan pembinaan pada sentra-sentra tenun di Indonesia dengan mendorong pengembangan IKM tenun melalui berbagai program.

Program-program tersebut antara Iain, bimbingan teknis dan fasilitasi mesin peralatan dengan mendatangkan tenaga ahli. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan para IKM tenun dalam meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian ekonomi yang dapat berdaya saing. (hms)