Iwan 'The Sniper' Zoda Optimis Kanvaskan Sor Vorapin

Sport

Editor sutan Dibaca : 626

Iwan 'The Sniper'  Zoda Optimis Kanvaskan Sor Vorapin
Juara dunia Tinju IBF Youth Kelas Terbang, Iwan Zoda (tengah) berfoto bersama tokoh-tokoh KTI Kalbar. SUARA PEMRED/AEP MULYANTO
  PONTIANAK, SP - Juara dunia Tinju IBF Youth Kelas Terbang, Iwan Zoda mengaku siap merobohkan petinju Thailand, Kaichon Sor Vorapin. Maksimal tujuh ronde.  The Sniper, julukan Iwan, optimis bisa mengkanvaskan The Killer, julukan Sor Vorapin.    

Kedua petinju  ini akan berhadapan pada Senin, 29 Agustus 2016 di Halaman Borneo City Mall, Kabupaten Ketapang. Pertarungan bertajuk Ketapang Boxing Championship (KBC)  memperebutkan Piala Ketua Umum Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kalbar, Adrianus Asia Sidot.
 

Berbagai persiapan telah dilakukan Iwan dan tim untuk menyongsong pertarungan internasional ini. Mengingat lawannya sangat tangguh, Iwan pun berlatih intensif di bawah komando sang pelatih, Damianus Yordan. Pelatih bertangan dingin, yang sudah melahirkan para juara dunia, termasuk Daud Yordan.
 

“Target saya bisa merobohkan Sor Vorapin pada ronde tujuh. Mengandalkan kecepatan, saya optimis target ini bisa direalisasikan,” papar Iwan, saat press conference di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (11/8).
 

Petinju berusia 19 tahun yang juga menyandang gelar Juara Tinju Asia Pacific WBO, dengan rekor 10 kali bertarung, 9 menang, 8 diantaranya KO, dan 1 seri, telah mempelajari gaya calon lawan.

 Menurutnya, Sor Vorapin memang petinju yang bagus, terkenal kejam dengan gaya fighter.
  Namun, dengan motivasi tinggi, Iwan yakin bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kalbar. Damianus, sang pelatih mengamini apa yang disampaikan oleh petinju terbaiknya.

Menurut Dami, persiapan matang dan kemampuan Iwan, tidak bisa dipandang sebelah mata.   “Iwan sudah berlatih sejak dua bulan lalu untuk pertarungan ini. menjelang pertarungan, kurang lebih dua pekan lagi, Iwan fokus sparring partner. Lawan uji tanding bukan petinju sembarangan, mereka adalah para juara di Daud Boxing Camp (DBC),” papar Dami.  

KBC terselenggara atas kerjasama KTI Kalbar dan Dirgantara Boxing Camp (DBC) Lanud Supadio. Dua lembaga yang terus konsen membina Cabor Tinju di Kalbar. Prestasi petinju Kalbar, yang kini makin berkibar di pentas dunia, membuat KTI dan DBC Lanud Supadio, berupaya memperbanyak kejuaraan.

Ketua KTI Kalbar, Adrianus Asia Sidot mengatakan,  pertarungan Iwan vs Sor Vorapin merupakan implementasi program kerja KTI.
  Selain itu, kampanye Cabor Tinju yang menjadi andalan Kalbar di berbagai kejuaraan, termasuk PON, membuat KTI berusaha melahirkan para petinju terbaik, di level amatir maupun profesional.  

“Untuk Iwan, memang harus memperbanyak jam terbang yang diwujudkan dalam pertarungan. Iwan harus berlaga di kancah yang lebih bergengsi, sehingga bisa dilirik oleh badan Tinju dunia,” kata Adrianus.  

Pertarungan melawan Sor Vorapin, menjadi bekal Iwan, karena pada November mendatang akan ditantang oleh petinju terbaik Filipina, untuk mempertahankan sabuk Juara Dunia IBF Youth. Selain partai utama, antara  Iwan versus  Sor Vorapin, akan ada beberapa pertarungan tambahan.
 

“Kita akan mengkampanyekan kejuaraan Tinju ke beberapa daerah di Kalbar. inilah menjadi alasan logis, kenapa kejuaraan digelar di Ketapang. Nantinya akan kita lanjutkan ke Sintang dan Singkawang,” papar Adrianus yang juga Bupati Landak.
 

Promotor Iwan Zoda dari DBC Lanud Supadio, Mayor Kal Yudi Setiawan, berharap masyarakat bisa berpartisipasi pada semua event-event yang diselenggarakan oleh KTI dan DBC Lanud Supadio.


  Pertarungan antara Iwan versus Sor Vorapin, pastinya akan berjalan menarik dan seru, karena ia merupakan petinju berpengalaman dengan rekor bertanding 40 kali dan sudah lima kali berlaga di kejuaraan WBO.

  “Selain meningkatkan prestasi petinju, kita juga ingin memberikan tontonan yang menarik. Masyarakat harus memanfaatkannya, karena pertarungan ini gratis, tidak dipungut biaya sedikit pun,” kata Mayor Yudi, yang juga Sekretaris KTI Kalbar.  

DBC Lanud Supadio terus berusaha meningkatkan prestasi petinju, agar mereka mampu berbicara di level internasional. “Arahan Danlanud adalah perbanyak kejuaraan, sebagai barometer pembinaan dan peningkatan prestasi,” papar perwira satu melati yang dipercaya sebagai Kasi Pelayanan Personel Lanud Supadio ini. (mul/pat/sut)