Awari Raih Medali PON XIX Pertama untuk Kalbar

Sport

Editor sutan Dibaca : 884

Awari Raih Medali PON XIX Pertama untuk Kalbar
Judoka Kalbar, Beta Awari (judoka biru), bertarung melawan Judoka Banten, Dicky Zulfikar. Awari menang telak setelah bantingan o sotogari atau jegaldari belakang, menjatuhnya Dicky.
BANDUNG, SP - Kontingen Kalbar  di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016, akhirnya mendapatkan medali.  Adalah Beta Awari, satu-satunya Judoka Kalbar, yang berhasil mempersembahkan medali perunggu.  

Bertarung di Saparua Sport Center, Jalan Saparua No 1, Kota Bandung, Jabar, Sabtu (17/9), Awari yang turun di Kelas 55 Kg perorangan putra, berhasil mengalahkan  Judoka  asal Sumatera Utara (Sumut), Riki Ramadhani.
 

Setelah sempat kalah dari  Judoka  tuan rumah, Toni Irawan, pada pertarungan pertama, Awari sukses mengalahkan tiga Judoka lainnya, yaitu Judoka dari Banten, Dicky Zulfikar dengan bantingan
o sotogari atau jegal dari belakang.
 

“Ahamdulillah, saya sangat bangga dan gembira bisa memberikan medali pertama bagi Kalbar. Ini target yang menjadi kenyataan,” ujar Awari, usai penyerahan medali.  

Awari pun mencatat sejarah sebagai Judoka pertama Kalbar yang berhasil meraih medali pada keikutsertaan Kalbar di PON.  Ia menjadikan Judo sebagai Cabor andalan, yang biasa  meraih medali di PON.
 

“Tugas dan tanggungjawab saya semakin besar, meraih medali memang tidak lebih  sulit dari mempertahankannya.  Saya akan kembali berlatih, agar mampu mewujudkan medali emas pada ajang selanjutnya,” tuturnya.
 

Kebahagiaan juga disampaikan oleh Ketum Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kalbar, Syarif  Saleh Al-Kadrie. Menurutnya, Judo telah membuktikan mampu berprestasi  di ajang multi  event terbesar di nusantara.
  “Kita sangat bersyukur bahwa dengan keberhasilan ini. Ini hasil kerja keras semua pihak,” papar Syarif Saleh.  

Menurut  Saleh, Awari bisa saja meraih medali terbaik, karena secara kualitas, ia tidak jauh berbeda dari Judoka asal Jabar yang mengalahkannya. Keduanya, lanjut Saleh sudah sering bertemu pada beberapa Kejurnas, dan saling mengalahkan.
 

“Toni merupakan Judoka peraih medali emas SEA Games. Kali ini, Awari hanya kurang beruntung saja. Saat pertarungan, Awari  juga tidak jatuh, artinya tidak ada bantingan, sehingga skor sama, namun Awari kalah dari aspek guntingan,” katanya.
 

Adapun medali emas dan perak pada nomor ini diraih oleh Judoka tuan rumah. Toni Irawan meraih emas dan perak diraih oleh Imam Maulana. Cabor Judo kelas 55 Kg perorangan putra diikuti oleh 15 Judoka terbaik Indonesia.   Dengan torehan satu perunggu, untuk sementara berada di peringkat 24 dari 34 provinsi.

Posisi Kalbar masih lebih baik dari dua provinsi di Kalimantan, yaitu Kalsel dan Kalteng, yang belum meraih medali. Namun, kalah dari Kaltara yang sudah meraih dua emas dari Cabor Renang Gaya Kupu-Kupu Putri.
Mereka ada di posisi delapan, sementara Kaltim ada di posisi 19 dengan 5 perak.  

“Kita apresiasi perjuangan Judoka yang berhasil meraih medali perunggu. Ini kebanggaan. Kita masih menunggu  medali lainnya, terutama dari Cabor-Cabor unggulan  yang  akan segera bertanding,” ujarKetum KONI Kalbar, Syarif Mahcmud Al-Kadrie. (mul/sut)