Langganan SP 2

Atlet Anggar Raih Medali Emas Pertama untuk Kontingen Kalbar

Sport

Editor sutan Dibaca : 1424

Atlet Anggar Raih Medali Emas Pertama untuk Kontingen Kalbar
Verdiana Rihandini (kanan) bersama pengurus KONI memperlihatkan medali Emas pertama untuk kontingen Kalbar di PON XIX Jabar 2016. (SUARA PEMRED/ AEPMUL)
JABAR, SP - Atlet Anggar Putri terbaik Kalbar, Verdiana Rihandini berhasil mempersembahkan medali Emas pertama untuk kontingen Kalbar di PON XIX Jabar 2016. Bertarung di kelas Floret Perorangan Putri, Dian mengalahkan atlet Amggar Kaltim, Chintya Pua dengan skor 15-6, di Convention Hall Hotel Harris, Bandung, Jumat (23/9).  

Keberhasilan ini jelas menjadi kado terindah dari cabang olahraga Anggar, yang bertanding di hari pertama sudah memberikan medali Emas. Yang lebih istimewa, medali kali ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang keikutsertaannya di PON.  

"Sangat bahagia, karena ini adalah medali Emas pertama untuk Kalbar. Sejak pertarungan pertama, saya sudah yakin bisa memberikan medali tertinggi," ujar Verdiana, usai pengalungan medali.  

Tim Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kalbar menurunkan 21 atlet dan akan bertanding di 16 nomor.

Menurut pelatih IKASI Kalbar, Sunardi, keberhasilan Verdiana merupakan hasil kerja keras seluruh Tim Anggar Kalbar.

Ia berharap, medali Emas dari Dian, bisa menjadi pembuka medali Emas lainnya bagi kontingen PON Kalbar.
  "Ini kerja keras semua pihak. Kami sangat yakin dengan kemampuan Dian yang sudah berjuang demgan keras. Semoga atlet lainnya bisa termotivasi, karena kita menargetkan meraih dua medali Emas," papar Sunardi.  

Kebanggaan atas keberhasilan Verdiana, disampaikan oleh Ketua KONI Kalbar, Syarif Machmud Al-Kadrie,  yang sejak sore hadir di venue pertarungan.

Machmud bersyukur kontingen Kalbar akhirnya bisa meraih medali Emas.   "Ini yang kita tunggu-tunggu, akhirnya kita meraih Emas. Kita bangga dengan keberhasilan atlet Anggar, yang memang menjadi cabang olahraga andalan. Semoga masih akan ada medali Emas lainnya dari Cabor lainnya," tutur Machmud. (mul/sut)