Kontingen Kalbar Capai Target Perolehan Medali PON XIX Jabar

Sport

Editor sutan Dibaca : 849

Kontingen Kalbar Capai Target Perolehan Medali PON XIX Jabar
Penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jabar, Kamis (29/9). Selanjutnya PON XX 2020 akan berlangsung di Papua. (PB PON/ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
JABAR, SP- Kontingen Kalbar pada  PON XIX Jabar 2016, pulang dengan kepala tegak. Dipimpin Cheif de Mission (CdM), Profesor Slamet Raharjo, kontingen Bumi Khatulistiwa, berhasil mewujudkan target perolehan medali.   Hingga Kamis (29/9), sebelum penutupan PON, pada malam pukul 19.00 WIB,

Kontingen Kalbar berhasil mengumpulkan 6 medali emas, 9 perak, dan 16 perunggu. Hasil ini jelas lebih baik dari PON XVIII Riau 2012, saat itu Kalbar hanya meraih 6 emas, 6 perak, dan 14 perunggu.  

“Hasil PON kali ini ada peningkatan jumlah raihan medali, namun secara peringkat memang turun, karena saat itu kita peringkat 16. Hal ini jelas menunjukkan adanya peningkatan prestasi,” papar Ketum KONI Kalbar, Syarif Machmud Al-Kadrie.  

Menurut Machmud, dengan berbagai kendala yang ada, kontingen Kalbar terus berjuang. Keterbatasan di semua lini, tidak membuat tim menyerah, bahkan hal ini bisa menjadi cambuk untuk memacu prestasi atlet.  

“Luar biasa perjuangan atlet, ada yang sampai pingsan, berdarah-darah, dan yang jelas meninggalkan keluarga, pekerjaan, kuliah, dan masih banyak lainnya. Mereka benar-benar sangat membanggakan,” tuturnya.  

Machmud berharap, prestasi ini bisa ditingkatkan pada PON 4 tahun mendatang. Persaingan yang semakin berat, lanjut Machmud, harus diantisipasi dengan persiapan yang lebih baik, dan yang tidak boleh dilupakan adalah dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah (Pemda).  

“Kita berharap, pemprov, pemkab/pemkot, dan stakeholder, bisa bekerjasama dengan KONI dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. PON empat tahunan mendatang, akan semakin berat,” ujar Machmud, yang akan mengakhiri masa baktinya di KONI.  

Chief de Mission (CdM) Kalbar di PON XIX, Profesor Slamet Raharjo, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, menyukseskan PON kali ini. Slamet, mengakui, perjuangan tim sangat  berat, namun atlet dan pelatih, offical, serta tim pendukung bisa kompak dalam memberikan dedikasinya.  

“Saya sangat mengapresiasi semua tim. Perjuangan atlet sudah sangat luar biasa. Keterbatasan kita dalam segala hal, mampu dijadikan senjata terbaik meraih prestasi,” ujar Slamet.  

Menurut Guru Besar Untan ini, kemampuan atlet Kalbar tidak jauh berbeda dengan kontingen lainnya. Hanya masalah jam terbang dan kurangnya pembinaan, membuat atlet merasa rendah diri. Hal ini harus menjadi perharian pemerintah.  

“Pembinaan yang berjenjang, berkesinambungan, dan dilakukan semua pihak, harus terus ditingkatkan. Pembinaan olahraga, tidak bisa dilakukan secara parsial ataupun mendadak. Harus ada kebersamaan,” tuturnya.  

Harapan akan adanya perhatian terbaik dari Pemprov, disampaikan oleh Petarung Tarung Derajat Putri Kalbar, Novianyanti. Peraih medali emas di Kelas 48-50 Kg ini, meminta Pemprov bisa menganggarkan APBD yang lebih baik untuk pembinaan Bidang Olahraga.

Sehingga, mereka yang berprestasi, mampu meningkatkan prestasinya hingga ke level internasional.   “Sudah seharusnya pemerintah membuka mata untuk peningkatan prestasi atlet. Jangan hanya berjanji, namun tidak bisa merealisasikanya. Kita sudah berjuang atas nama Kalbar, oleh karena itu, kita mohon perhatian untuk peningkatan prestasi tersebut,” tukasnya. (mul/sut)