Langganan SP 2

Daud 'Cino' Yordan Fokus Kembangkan Sasana DBC 24/7

Sport

Editor sutan Dibaca : 534

Daud 'Cino' Yordan Fokus Kembangkan Sasana DBC 24/7
Menpora RI Imam Nahrawi (kedua dari kiri) berfoto bersama Daud Yordan (menggunakan sabuk juara) serta tim manajemen dan promotor Daud di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2016). (juara.net)
PONTIANAK, SP- Juara Dunia Tinju WBA Kelas Ringan 61,2 Kg, Daud Yordan, mengaku fokus di Daud Boxing Camp (DBC) 24/7. Sasana bentukannya, yang diperuntukkan bagi para pemuda Kalbar, untuk berlatih dan mencetak diri menjadi petinju kelas dunia.

  Inilah kesibukan petinju terbaik Indonesia, yang berhasil merebut gelar juara dunia WBA kelas ringan 61,2 Kg, dari petinju Argentina Cristian Rafael Coria di Radisson Victoria Plaza, Uruguay, Kamis, 4 Juni 2016.  

Petinju berusia 29 tahun ini, terus mendidik petinju-petinju muda berbakat di DBC 24/7, yang dibangunnya sendiri di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalbar.  

“DBC 24/7 ini, merupakan bagian dari rencana besar saya membangun pusat pembibitan petinju kelas dunia. Sasana ini berhasil saya bangun, dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan saya,” kata petinju berjuluk Cino ini.  

Sasana DBC 24/7, memiliki arti tersendiri. Menurut ayah dari Miguel Angel Yordan Junior, berusia 3,9, bermakna adanya 24 jam dalam sehari dan seminggu 7 hari. Artinya, ia selalu memikirkan tentang tinju dalam hidupnya, terutama bagaimana caranya mencetak para petinju terbaik di dunia.  

“Sasananya ini terbuka untuk umum setiap hari, pagi latihan dimulai pukul 07.00-09.00 WIB, sedangkan sesi sore, dimulai pukul 16.00-18.00 WIB. Inilah bentuk dedikasi saya untuk regenerasi Cabor Tinju  di Indonesia, terutama di Kalbar, agar semakin berkembang,” tutur suami dari Angela Megaria Panuda.  

Selain sebagai pusat pengembangan Cabor Tinju, Daud berharap DBC 24/7, bisa menjadi wadah bagi masyarakat secara umum di Sukadana, untuk berolahraga. Daud berharap, masyarakat memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan dengan berolahraga.  

Daud turun langsung untuk melatih petinju-petinju muda, bahkan yang masih berusia anak-anak. Saat ini, ada 3 petinju junior, yang disipakan untuk bertarung di Balai Sarbini, Jakarta, pada Sabtu (29/10).  

Tiga petinju tersebut adalah Hisar Wawan yang berjuluk “The Pacman' (22), kemudian Sunardi Gamboa (23), dan Antony Holt (23).   "Saya membangun sasana ini karena masa depan bagus  Tinju Indonesia sangat bagus. Sasana ini 100 persen dari kocek sendiri,” kata petinju yang menyandang gelar WBA Internasional dan peringkat 1 dunia.  

Selain petinju junior, Sasana DBC 24/7 juga mendidik para petinju usia anak-anak. Setidaknya ada 25 anak yang berlatih rutin. Daud mengaku untuk melatih generasi emas tinju yang masih berusia anak-anak ini, ia tidak memungut biaya sedikit pun.

  "Yang dipungut biaya hanya bagi yang ingin cari kesehatan atau nurunkan berat badan. Jadi sasana ini dibuka untuk umum, siapa saja silahkan datang ke sini," ujar Daud. (mul)