Tim OR 15 Juara Cross Country Bike 2016

Sport

Editor sutan Dibaca : 788

Tim OR 15 Juara Cross Country Bike 2016
Para juara Cross Country Bike 2016, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, Ketua KONI Pontianak dan segenap panitia berfoto bersama usai lomba. (SP/ BALASA)
PONTIANAK, SP – Tim OR 15 meraih prestasi gemilang. Mereka berhasil merajai Cross Country Bike 2016 yang digelar  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak, Minggu (30/10).

Tim nomor urut 63 ini menjadi nomor satu tercepat dengan bendera lengkap serta catatan waktu tercepat, yakni 2 jam 32 menit 33 detik.
  Ody Ravaie, Rizky Fauzan dan Iskandar menjadi tim terbaik mengalahkan 109 tim lain.

Prestasi mereka meningkat satu strip dari gelaran sama tahun lalu. Saat itu ketiganya berada di posisi runner up. Rizky Fauzan mengaku senang. Persiapan mereka berbuah manis.
 

“Persiapan kita paling persiapan fisik. Selain itu, belajar dari pengalaman tahun lalu, sekarang lebih fokus dengan tanda dan peta. Kita juga lebih sabar,” ujar Rizky Fauzan usai dikalungkan medali oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.  

Berada di posisi kedua, tim MTB Pontianak 1 nomor urut 67 dengan catatan waktu 2 jam 35 menit 12 detik. Kemudian disusul tim MTB Pontianak 2 nomor urut 98 dengan waktu 2 jam 40 menit 34 detik.

Sementara di peringkat ke empat dan lima berhasil diraih tim Asal Balap 2 nomor urut 95 dan tim MTB Equator 1 nomor urut 87. Keduanya memiliki catatan waktu 2 jam 43 menit 17 detik dan 2 jam 51 menit 27 detik.

  Start dimulai pukul 07.30 WIB di Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jalan BLKI. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji pun menjadi pelepas peserta pertama memulai lomba. Setiap peserta diberi interval 1 menit. Keseluruhan peserta berjumlah 110 tim, sesuai jumlah pendaftar.  

Menempuh rute sepanjang 42, 7 km, para peserta melewati berbagai medan. Sampai di garis finis di Jalan Pararel Sungai Jawi, Pontianak Barat sebagian peserta berlumur lumpur. Beberapa dalam keadaan bersih lantaran gagal membaca peta tulang ikan yang diberikan panitia.  

“Namanya juga cross country, jadi kita memang bikin urban cross country. Pokoknya happy fun, game nya kemampuan mereka membaca peta dan mencari lokasi cek poin. Rute melewati daerah wisata, apakah itu wisata bangunan ataupun alam, itu sudah diset tim rute. Exciting-lah orang bisa tahu Pontianak yang sesungguhnya,” ujar Ketua Panita, Rudi Agus.
 

Sementara Ketua KONI Pontianak, Fahcrudin Siregar mengatakan acara ini terbilang sukses. Penyelenggaraannya pun lebih baik dari tahun sebelumnya. Dilihat dari antusias peserta, bukan tidak mungkin ke depan, peserta akan dibagi dengan kelas-kelas.  

“Jadi ini memang diberi interval per satu menit, jadi hampir makan waktu dua jam. Ini jadi kendala, jangan sampai start belum mulai sudah ada yang finis. Kalau menambah kuota lagi, sebenarnya kemarin banyak yang mau ikut, tapi takut jadi masalah, ke depan pun akan terima siapa yang duluan daftar,” katanya.
   

Undang Peserta Luar


  Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengapresiasi gelaran tersebut. Menurutnya jumlah peserta yang makin banyak akan makin baik. Apalagi jika digelar dengan peserta dari daerah lain.   “Lebih ramai lebih bagus, undang dari luar daerah. Lebih bagus seluruh Kalbar, setelah itu nasional,” katanya.

  Dalam event tahun ini sendiri, dari total 110 tim, terdapat sejumlah tim dari enam kabupaten/kota di Kalbar. Sisanya peserta lokal dari komunitas, pehobi sepeda, dan lintas instansi. Ada pula perwakilan dari Malaysia yang ikut bergabung dengan tim lokal.  

Sutarmidji mengatakan, bersepeda adalah olahraga yang baik untuk lutut. Selama ini Pemkot sudah berusaha melengkapi sarana dan pra sarana pendukung. Jalan-jalan protokol kota dilengkapi jalur khusus sepeda.

 Kini pembangunan taman BMX pun tengah dilakukan.   “Walau untuk atraksi tapi pengaruh pada kesehatan mereka bagus. Itu untuk mengajak orang supaya suka bersepeda. Kemudian sebentar lagi juga akan ada perlombaan mataron nasional di Pontianak,” tambahnya.  

Selain sarana pra sarana bersepeda, Pemkot juga tengah menyiapkan track jogging baru di sejumlah taman. Salah satunya di Taman Akcaya yang nantinya akan dilengkapi dengan perpustakaan.

Buku-buku kesehatan akan lebih banyak ditempatkan agar mendukung pengetahuan kesehatan masyarakat yang jogging.
  “Ada juga kolam renang, sebentar lagi kita resmikan,” tutupnya. (bls/and/sut)