Rabu, 29 Januari 2020


Final AFF 2016, Menanti Kesuksesan Tim Merah Putih di Leg II

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 813
Final AFF 2016, Menanti Kesuksesan Tim Merah Putih di Leg II

Skuat Timnas Indonesia AFF 2016.

JAKARTA, SP - Misi menebus sejarah. Ini lah motovasi terbesar Timnas Indonesia, saat menghadapi Timnas Thailand, pada leg kedua final Piala AFF 2016, akan berlangsung Sabtu (17/12) di Stadion Nasional Rajamangga Stadion, Bangkok.

Skuat Alfred Riedl optimis, bisa menjadi bagian sejarah Sepak bola Indonesia, meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Modal besar didapat skuat Garuda, saat menang dengan skor 2-1 pada leg pertama yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12) lalu.

 Kini mereka ingin menyempurnakan kemenangan tersebut, dengan pulang membawa trofi turnamen tertinggi di Asia Tenggara tersebut.

Skuat Garuda yang berstatus underdog, siap melawan tim yang tidak terkalahkan pada empat laga AFF 2016. Tentu ini adalah ujian berat bagi Boaz Solossa dan kawan-kawan, apalagi menghadapi mereka di kandangnya.

Bisa dibilang, dalam perjalanan menuju partai puncak, Indonesia dan Thailand dianggap seperti langit dan bumi. Dalam laga babak penyisihan grup A, Thailand dengan mudah menyapu bersih tiga laga. Sementara, Indonesia yang tidak diunggulkan harus melalui perjuangan mendebarkan.

Namun, berkat kemenangan pada leg pertama, skuat sangat percaya diri. Setidaknya mereka bisa mencari hasil imbang tanpa gol ataupun mencetak lebih dari satu gol, sehingga bisa memaksakan kemenangan gol tandang.

“Kami akan menuntaskan misi juara. Sejak digelar, Indonesia hanya meraih runner up, kini saatnya juara, dan membalas kekalahan dari Thailand pada beberapa partai final,” kata pahlawan kemenangan Indonesia di leg pertama, Rizki de Pora.

Riedl dipasti akan menurunkan skuat terbaiknya. Kehilangan sang motor serangan, Andik Vermansyah, akan digantikan dengan Zulham Zamrun, yang penampilannya sangat apik ketika masuk menggantikan Andik saat leg pertama.

Riedl akan mengusung formasi 4-2-3-1. Kurnia Meiga, tidak tergantikan di bawah mistar gawang. Ia akan diapik empat bek terbaik, Abduh, Fachrudin, Hansamu, dan Wahyudi. Dua gelandang bertahan ada Manahati Lestusen dan Bayu Pradana.

Untuk gelandang serang ada tiga pemain menyerang, Zulham, Lilipaly, dan Rizky. Striker tunggal masih ditempati oleh Boaz Solossa. “Kami ingin memberikan yang terbaik, semoga bisa terwujud,” papar Boaz.

Bagi pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, menghadapi Indonesia di kandang, tetap berat. Menurutnya, selalu tidak mudah ketika menghadapi Indonesia di kandang. Permainan Indonesia berbeda saat babak penyisihan dan ia melihat saat ini tidak hanya satu atau dua pemain Indonesia yang berbahaya, tapi semuanya akan diwaspadai.

Kiatisuk langsung menyebut posisi striker dan sayap Timnas Indonesia yang bisa membahayakan timnya. Pada duel nanti, Indonesia kemungkinan besar mempertahankan formasi saat menahan Vietnam di Hanoi dalam leg kedua semifinal.

Ada perubahan di lini belakang dengan hadirnya Hansamu Yama serta masuknya Manahati Lestusen yang berduet dengan Bayu Pradana di lini tengah. Namun, sektor yang paling diwaspadai Kiatisuk adalah sayap, di mana Timnas Indonesia memiliki Rizky Rizaldi Pora dan Andik Vermansah.

"Kecepatan pemain sayap Indonesia bagus, begitu juga dengan strikernya," kata Kiatisuk.

Kiatisuk menegaskan, seluruh pemainnya dalam keadaan fit dan siap tempur melawan Timnas Indonesia di leg kedua. Thailand tetap mengusung permainan menyerang. Bagi Indonesia saat ini, kesabaran, kerja keras, dan militan adalah beberapa kunci yang setidaknya bisa membantu memperulit Thailand.

Kiatisuk tetap mengusung formasi 4-4-2. Kiper Thammasatchanan, dilapisi empat bek Kesarat, Chuthuong, Promrak, dan Bunmatan. Sementara di tengah ada empat gelandang, yaitu Anan, Yooyen, Do, dan Songkrasin. Dua striker Charyl dan Dangda, menjadi juru gedor. (rtr/mul)

Baca Juga:
Pemkab Sintang Bidik Petinju Muda

Kunker Presiden, Polda Kalbar Lakukan Pengamanan Maksimal 
UMK di Kapuas Hulu Naik 13 Persen