Langganan SP 2

Pemkot akan ‘Sulap’ Stadion Untan jadi Kandang Persipon

Sport

Editor Kiwi Dibaca : 521

Pemkot akan ‘Sulap’ Stadion Untan jadi Kandang Persipon
LAGA PERSIPON – Laga Persipon melawan PSIR Rembang, di lapangan Sepak Bola Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Sabtu (6/5) berakhir dengan skor kacamata.
PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak berencana akan bekerja sama dengan pihak Universitas Tanjungpura (Untan) untuk mengubah stadion Untan jadi kandang Persipon Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengungkapkan dia dan Rektor Untan, Thamrin Usman sudah mencapai kata sepakat. Nantinya stadion itu akan disulap jadi stadion berstandar nasional.

Sutarmidji menilai, tribun yang ada di stadion sepak bola milik perguruan tinggi negeri ternama Kalimantan Barat itu sudah bagus.
Namun perlu penambahan tribun di beberapa sisi.

Tidak hanya menjadikan lapangan sepak bola ini berstandar nasional, dirinya juga berencana melengkapinya dengan track untuk olahraga atletik.


“Sehingga yang diinginkan Pak Rektor agar kawasan ini menjadi pusat olahraga Untan bisa segera diwujudkan,” ucapnya,
Minggu (7/5) pagi.

Sebelumnya, Pemerintah Kota sempat berencana akan membangun stadion baru. Memang di Pontianak sudah ada dua stadion sepakbola, yakni Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan Stadion Keboen Sayoek.

Namun stadion yang pertama merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sementara yang kedua milik Pemerintah Kota, hanya saja lahannya terlalu kecil. Kedua stadion itu tidak memenuhi standar nasional.

“Lahannya ada dua opsi, di Jalan Berdikari lahan Pemkot ada 4,5 hektare dan beli lagi 2,2 hektare di sampingnya, jadi 6,7 hektare. Selain itu di Batu Layang, eks sirkuit, ada tujuh hektare dan dipakai untuk sekolah sekitar satu hektare lebih dan masih ada lima hektare lebih. Nah, apakah lebarnya memungkinkan akan diliat lagi,” jelasnya.

Sutarmidji menjelaskan, pembangunan akan dicicil lebih dahulu. Lapangan harus memiliki lebar paling tidak 200-250 meter. Sementara untuk tribun, akan dibangun dengan kapasitas dua sampai tiga ribu orang sebagai tahap pertama.

Dirasanya, jika menggunakan lahan yang sudah ada, anggaran senilai Rp50 miliar akan cukup. Baru kemudian nanti pembenahan dilakukan dengan meminta bantuan dana dari pusat.

Namun kepastian kapan dimulainya penganggaran oleh pemerintah, Sutarmidji masih belum punya tahun pasti.

“Perencanaan harus matang dulu, dibuat dulu Detail Engenering Desain (DED) nya, nanti ini akan diserahkan pada wali kota baru. Kalau dia tidak siap bangunnya jangan pilih sebagai wali kota,” pungkasnya. (bls/and)