Bruder Steph Harap Tim Formatur Segera Susun Kepengurusan Forki

Sport

Editor Andrie P Putra Dibaca : 199

Bruder Steph Harap Tim Formatur Segera Susun Kepengurusan Forki
Bruder Stephanus Paiman. (SP/Aep)
PONTIANAK, SP - Musyawarah Provinsi (Musprov) Federsi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Kalbar 2017, telah memilih dan mengesahkan Karolin Margret Natasa, sebagai Ketum. Bupati Landak ini diberi tenggat waktu hingga 14 hari usai Musprov.

Musprov sendiri berlangsung di Hotel G, Jalan Jenderal Urip Suimoharjo, Pontianak Kota, Kamis (21/12). Namun, hingga pertengahan Januari 2018, Ketum Forki terpilih bersama tim formatur, belum menemukan susunan kepengurusan.

"Sebenarnya semua tergantung Ketum terpilih. Tim formatur boleh mengusulkan, tetapi Ketum lah yang punya hak prerogatif menyusun kepengurusan," ujar Ketua FRKP Karate Club, Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap.

Menurut Bruder Steph, karena belum terbentuknya kepengurusan, Pengprov Forki Kalbar, belum dapat bekerja maksimal. Padahal, lanjutnya, ada beberapa agenda yang harus segera dilaksanakan. Salah satunya adalah Kejurda, dalam rangka seleksi Pekan Olahraga Porprov XII 2018 di Sintang.

"Jika Cabor Karate tidak menyelenggarakan Kejurda pada Januari 2018, maka dana yang ada, akan dialihkan pada Cabor lain. Ini Informasi dari Wasekum KONI Kalbar, H Erwin Anwar beberapa waktu lalu," tuturnya.

Pria yang menyandang gelar DAN V Lemkari ini menjelaskan, siapa saja bisa jadi pengurus Pengprov Forki. Dasarnya adalah tidak ada dalam AD/ ART Forki, yang menyatakan bahwa kepengurusan harus oran-orang dari perguruan karate.

"Kecuali Bidang Pembinaan Prestasi, Perwasitan, dan Pelatih, pastinya harus orang yang mengerti, cinta, dan mau berjuang demi karate," papar Bruder Steph.

Bruder Steph yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum (Bendum) PB Lemkari meminta tim formatur segera menyelesaikan penyusunan tim kepengurusan. Dengan demikian, maka akan bisa segera bergerak, dalam rangka menyusun rencana kerja dan strategi terbaik, mengangkat prestasi Cabor Karate.

"Tim formatur jangan berlama-lama, kalau hanya karena sesuatu masalah yang tidak penting. Dengan berlarutnya kerja tim formatur, berdampak pada persiapan semua rencana kegiatan, termasuk Kejurda dan Porprov," katanya.

Masalah yang tidak penting tersebut, lanjut Bruder Steph adalah adanya tarik menarik di antara beberapa oknum di perguruan yang tidak puas akan hasil Musprov Forki Kalbar 2017. Bruder pun berharap, semua perguruan dan Pengcab Forki di kabupaten/kota bisa menerima dan menghormati hasil Musprov beberapa waktu lalu.

"Mari bersama membangun Cabor Karate Kalbar. Buang ego dan nafsu pribadi. Jangan jadikan organisasi olahraga sebagai ladang kepentingan pribadi, karena ini untuk pengembangan olahraga kita bersama," papar Bruder. 

Ketua Tim Formatur Forki kalbar sendiri, telah meminta lima perguruan karate di Kalbar, untuk merekomendasikan nama-nama anggotanya, yang nantin akan dimasukkan dalam struktur kepengurusan Forki Kalbar masa bakti 2017-2021. Surat rekomendasi tersebut dikirim lewat layanan media Whatsap 081256434274, atau ke email inkaikalbar@gmail.com.

"Ketum terpilih harus ekstra hati-hati dalam memilih rekan kerja. Termasuk saya yang diusulkan oleh perguruan Amura Kalbar. Saya bisa saja punya kepentingan untuk memperkaya diri, dalam mengurus olahraga Karate ini, sehingga harus selekstif benar," ungkapnya.

Namun, papar Bruder Steph, ia punya tanggung jawab moril, karena tutur mengusulkan danm menggusung ibu Karolin, sebagai Ketum. Dan, jika ia yang dipermasalahkan, dan dianggap sebagai batu sandungan, tidak masalah baginya tidak duduk di jajaran Pengprov Forki Kalbar.

"Saya punya perguruan, punya klub, punya Kohai, dan tanggung jawab besar pada Cabor Karate di Kalbar. Tidak apa-apa, tidak masuk kepengurusan. Saya tetap bisa membantu ibu Karol," pungkasnya. (mul)