Atlet Wushu Kalbar Raih Perunggu Kejurnas, Adi Yani Optimis Bisa Persembahkan Medali PON

Sport

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 271

Atlet Wushu Kalbar Raih Perunggu Kejurnas, Adi Yani Optimis Bisa Persembahkan Medali PON
Ilustrasi. Net
Ketua Pengprov WI Kalbar, Ir H Adi Yani, MH
“Kami sangat bersyukur, dua atlet tersebut bisa memberikan medali. Sungguh perjuangan yang luar biasa

SP - Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan dua atlet Wushu Kalbar. Bertanding di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas), dua atlet tersebut mempersembahkan medali Perunggu.

Keduanya adalah, Sunardi kelas 60 kg dan Dwi Teguh Wardana kelas 48 kg. Mereka tampil di Kelas Sanda atau pertarungan, pada Kejurnas dengan tajuk “Piala Presiden Republik Indonesia dan Piala Raja Hamengku Buwono X 2018. 

Kejurnas tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (Ketum PBWI), Airlangga Hartarto, Kamis (29/3) malam, Pengprov WI Kalbar menurunkan enam atlet terbaiknya. 

“Kami sangat bersyukur, dua atlet tersebut bisa memberikan medali. Sungguh perjuangan yang luar biasa,” ujar Ketua Pengprov WI Kalbar, Ir H Adi Yani, MH, saat dihubungi Suara Pemred, Senin (2/4).

Menurut Adi Yani, perjuangan besar yang dilakukan para atletnya, terlihat saat mereka harus bertarung dengan atlet-atlet terbaik dari 30 Pengprov WI se-Indonesia. Kejurnas ini sendiri berlangsung di GOR Amongraga, Yogyakarta, 29 Maret-3 April 2018.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kalbar ini berharap, Kejurnas WI ini bisa jadi wadah pengembanganuntuk melahirkan atlet-atlet Kalbar ke pentas nasional. 

“Nantinya, para atlet yang mendapat medali, kita proyeksikan untuk persiapan ke Pekan Olahraga Nasoinal (PON) XX 2020 di Papua,” paparnya.

Adi optimis, melihat keberhasilan dua atletnya meraih medali perunggu, merupakan hasil terbaik menuju target besar di PON mendatang. Ia pun berjanji, akan terus memantau dan meningkatkan pembinaan atlet-atlet muda terbaik.

Sesuai dengan janji yang disampaikan saat pelepasan atlet di VIP Majesty Hotel Aston, Selasa (27/3), Adi mengaku akan segera merealisasikannya. Ia bahkan akan menjumput atlet yang tampil di Kejurnas.

"Bonus pasti akan segera direalisasikn. Bonus ini adalah rangsangan kepada atlet, agar mereka merasa kita perhatikan. Tidak menjadi soal besarannya, karena ini bentuk perhatian Pengprov," tutur Adi.

Adapun besaran bonus yang dijanjikan oleh Ketua Pengprov WI Kalbar adalah untuk peraih medali emas Rp7,5 juta. Peraih medali perak Rp5 juta, dan peraih medali perunggu, Rp2,5 juta.

“Diharapkan, dengan adanya bonus tersebut, atlet merasa dihargai. Kita juga terus berusaha meningkatkan kesejahteraan atlet, terutama mereka yang bertanding ke berbagai Kejurnas,” katanya.

"Tidak hanya bonus, kami juga berusaha memberikan uang saku dan semua akomodasi terbaik. Diharapkan, dengan berbagai kemudahan dan perhatian dari Pengprov, maka mereka bisa berprestasi," lanjut Adi.

Pengprov WI Kalbar mengirimkan enam atlet Wushu terbaiknya ke Kejurnas PBWI 2018. Kejuaraan tersebut mempertandingkan dua kategori, yaitu Wushu Junior dan Senior.

Keenam atlet Wushu Kalbar tersebut, akan tampil pada dua nomor, yaitu Wushu Sanda dan Taolu. Mereka adalah Dwi Teguh Wardana (48 Kg), Hisar Mawan (56 Kg), Sunardi (60 Kg), Muhammad Alwat Saparudin (65 Kg), dan 

Satria Putra Mulyana (60 Kg Junior), di nomor Sanda. Sementara di nomor Wushu Taolu, ada Adriyanto Figo.

Mereka akan didampingi oleh pelatih  sanda, Junaidi SR Tambi Ali, dan  Marsudin, pelatih Taolu, serta dipimpin ketua kontingen, M Jajat Sudrajat (Mr), dengan official, Sofyan Sauri.

“Tentu ini jadi kebangaan dan sejarah WI Kalbar. Kini kita bisa meraih medali di Kejurnas. Bahkan, keenam atlet Kalbar tersebut, bisa masuk hingga babak terakhir,” kata ketua kontingen Tim Wushu Kalbar, Sofyan Sauri. 

Sauri menjelaskan, event kali ini diawali dengan pawai dan kirab budaya dengan menggunakan kereta yang berisi atlet-atlet lengkap dengan baju daerah masing-masing sepanjang Jalan Malioboro hingga GOR Amongrogo. Sehingga terasa sangat semarak. 

"Hasil ini menunjukkan, bahwa atlet WI Kalbar bisa bersaing di pentas nasional. Kami akan memberikan hasil terbaik, dengan target menyumbangkan medali untuk Kalbar," papar Sauri, yang juga menjabat sebaga Sekretaris Pengprov WI Kalbar. 

Ketua PBWI, Airlangga Hartarto menjelaskan, Kejurnas Wushu jadi ajang evaluasi dan penjaringan atlet nasional. Atlet jebolan Kejurnas yang meraih medali, bisa menjadi pelapis atlet senior. 

“Targetnya tentu bisa meraih emas di Asian Games 2018. Sebagai tuan rumah Asian Games kita harus sukses penyelenggaraan dan prestasi. Wushu menjadi salah satu cabang andalan untuk mendulang emas di Asian Games," urai Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan dirinya mengaku bangga dengan tema Kejurnas Wushu di Yogyakarta. Tema itu, lanjut Airlangga adalah The Best Never Rest.

"Temanya sesuai dengan jiwa Wushu. Teruslah menjadi yang terbaik dan teruslah berlatih demi Indonesia," pungkas Airlangga.

Perbanyak Kejuaraan Daerah

WUSHU termasuk salah satu Cabor yang diproyeksi meraih medali di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Untuk itu, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi Olahraga (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, Eka Kurniawan, Pengprov WI Kalbar, wajib meningkatkan pembinaan.

“Buat skala terbaik dalam pembinaan. Bisa dengan menggenjot pelatihan dan latihan. Usahakan semua Pengcab punya atlet yang bisa diandalkan,” ujar Eka. 

Selain peningkatan latihan di Pengcab dan klub, Eka berharap, Pengprov bisa memperbanyak Kejuaraan Daerah (Kejurda), sebagai ajang pemantauan bibit-bibit muda. Adanya Kejurda, juga bisa memotivasi atlet untuk terus meningkatkan kemampuannya.

“Kejuaraan adalah salah satu cara mengevaluasi hasil latihan yang dilakukan. Semakin banyak kejuaraan, maka akan lahir atlet-atlet terbaik,” paparnya. 

Wushu adalah Cabor asli negeri Tirai Bambu, Tiongkol. Secara harafiah berarti "seni bertempur atau bela diri". Ini merupakan istilah yang lebih benar dibanding dengan istilah yang lebih terkenal tetapi salah penggunaannya Kung Fu, yang berarti "ahli" dalam bidang tertentu, tidak hanya terbatas dalam bela diri.

Kata Wushu berasal dari dua kata yaitu “Wu” dan “Shu”. Arti dari kata “Wu” adalah ilmu perang, sedangkan arti kata “Shu” adalah seni. Sehingga Wushu bisa juga diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri (Martial Art). Di dalam wushu, kita juga mempelajari seni, olahraga, kesehatan, beladiri dan mental.

Mempelajari Wushu tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan gerakan fisik dan kekerasan saja, tetapi juga melibatkan pikiran. Mempelajari Wushu berarti kita juga belajar mengolah pernafasan, memahami anatomi tubuh kita, dan juga mempelajari ramuan atau obat-obatan untuk memperkuat tubuh maupun untuk pengobatan. 

Bahasa Tionghoa Kung Fu Semua kategori Seni bela diri China tradisional, keras dan lembut dapat disebut Wushu. Wushu keras termasuk tinju selatan Nanquan dan tinju panjang Changquan. 

Wushu lembut termasuk tinju Taiji, Telapak Baguazhang, dan tinju xingyiquan. Adapun seni beladiri Wushu yang telah dikembangkan oleh etnis China yang menetap di wilayah Asia Tenggara (terutama Indonesia) seringkali disebut dengan istilah Kuntao. (pul)