Dua Karateka FRKP Karate Club Juara O2SN Kota Pontianak

Sport

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 186

Dua Karateka FRKP Karate Club Juara O2SN Kota Pontianak
SP - Sempat dicekal agar tidak bisa tampil, dua Karateka Forum Relawan Kemanusiaan (FRKP) Karate Club, justru jadi yang terbaik. Keduanya adalah Louis Ferdinandus Figo dan Chabilita Singgar Sari. Figo dan Sari berhasil menjuarai event Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) tingkat Kota Pontianak. 

Dua saudara kandung ini, masing-masing menjadi yang terbaik pada Cabor Karate kelas Kumite. Figo siswa SMPN 6 Pontianak jadi yang terbaik di tingkat SLTP. Sementara Sari, dari SDN 19, juga berhasil menjadi juara 1 tingkat SD.

Atas prestasinya, maka dua bersaudara ini, berhak untuk mewakili Kota Pontianak untuk seleksi O2SN Provinsi Kalbar. Perjuangan kedua karateka muda tersebut tidak mudah. Namun, berkat kerja keras dan kerja sama pembina FRKP Karate Club, mereka bisa berprestasi. 

"Pada awalnya, kedua Karateka ini tidak diijinkan untuk mengikuti seleksi O2SN, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak. Semuanya karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Ketua FRKP Karate Club, Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap. 

Bruder menjelaskan, larangan tampil pada dua FRKP Karate Club tersebut, dilakukan tanpa ada alasan yang jelas. Bahkan, setelah dilakukan tekcnical meeting (TM), karate FRKP Karate Club, di bawah naungan Pengda Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari), sempat tidak diperbolehkan ikut upcara pembukaan. 

Sehingga, Ketua FRKP Karate Club, Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap mempertanyakan kepada Panitia tentang pelarangan tersebut.

"Jika memang ada alasan tertulis atau aturan yang menyatakan anak-anak saya tidak boleh ikut seleksi, kami legowo. Namun, jika tidak, maka karateka kami berhak ikut seleksi tersebut," cerita Bruder.      

Akhirnya, dengan berbagai usaha, dua karateka terbaik tersebut bisa mengikuti O2SN, dan berhasil meraih gelar juara. Keikutsertaan keduanya disebabkan karena memang tidak ada dasar kedua karateka tersebut tidak diijinkan untuk mengikuti seleksi.

"Walau harus membuat surat pernyataan, bagi saya membuat pernyataan tidak masalah, semuanya demi anak-anak agar dapat bertanding. Walaupun hal tersebut seperti dibuat-buat. Demi anak-anak, saya tidak ada masalah," paparnya.

"Dan, ternyata kita semua dapat melihat, bahwa kedua karateka dari FRKP Karate Club ini, berhasil mempersembahkan yang terbaik untuk sekolahnya masing-masing. Mereka juara, dan berhak mewakili Kota Pontianak, untuk seleksi tingkat provinsi," lanjutnya.
 
Bruder Steph berharap, untuk ke depannya, tidak ada lagi cara-cara yang tidak sportif, seperti ini terjadi. "Karena tujuan kita adalah menciptakan prestasi bagi Karateka Kalbar, dengan semangat Bushido, kita semua harus bersatu, bukan sebaliknya justru menjatuhkan sesama karateka," pungkas Bruder Steph. (pul)