Sabtu, 16 November 2019


Kemenpora Gelar Sport Development Index di Kota Pontianak

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 238
Kemenpora Gelar Sport Development Index di Kota Pontianak

Kemenpora Gelar Sport Development Index di Kota Pontianak

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, menggelar Tes Pengukuran Kebugaran atau Sport Development Index (SDI) di Kota Pontianak. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula IKIP PGRI Kota Pontianak, Senin (21/10/2019).

Pengukuran kebugaran masyarakat ini, terlaksana berkat kerja sama dengan kalangan akademisi dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Pontianak. Kegiatan terebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, yaitu

Adapun 200 peserta tersebut terdiri dari dua perwakilan daerah, yaitu Kabupaten Kubu Raya (KKR) dan Kota Pontianak. Mereka merupakan pelajar dari SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum.

Menurut Kabid Olahraga Pendidikan Kemenpora, Dr Sudirman, SDI adalah salah satu metode untuk mengukur atau menilai tingkat kemajuan pembangunan olahraga di suatu daerah. Melalui SDI ini, maka akan didapatkan bahan evaluasi untuk suatu pembangunan olahraga.

“Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, adalah dua daerah dari 34 Provinsi sasaran SDI. Diharapkan dengan SDI ini, maka kita mendapatkan data perkembangan kebugaran masyarakat,” ujarnya.

Sudirman melanjutkan, setidaknya ada empat indikator yang diukut, yaitu tersedianya ruang publik untuk berolahraga, partisipasi masyarakat dalam berolahraga, SDM yang ada dalam bidang olahraga seperti pelatih, guru olah raga maupun instruktur, serta yang keempat adalah tingkat kebugaraan masyarakat.

“Tes kebugaran tidak hanya tes kardiovaskular saja, namun ada tes kekuatan, daya tahan kekuatan, kelentukan, fleksibility. Hal ini untuk memudahkan kita ambil tes daya tahan kekuatan otot,” papar Sudirman.

Kemudian, lanjutnya, dominasi tingkat kebugaran adalah daya tahan kekuatan otot karena ada kekuatan otot tungkai, otot jantung, dan otot paru-paru. Ini bisa menggambarkan seberapa besar kebugaran.

Sementara itu, koordinator SDI Kalbar, Ahmad Jamalong dari FPOK IKIP PGRI Pontianak menjelaskan, bahwa hasil Tes Pengukuran SDI akan jadi data tes yang diolah untuk bahan evaluasi seandainya ada kekurangan. “Jika hasilnya kurang, nantinya akan ada tim yang datang untuk meninjau, apakah karena kurangnya sarana prasarana atau program kegiatannya,” kata Jamalong.

Jamalong, yang merupakan Wasit Internasional Sepak Takraw ini berharap, melalui tes SDI ini, kebugaran masyarakat Kubu Raya dan Kota Pontianak dapat terangkat. Pihaknya terus berusaha, agar program-program Kemenpora bisa masuk ke Kalbar.

“Tes dilakukan dengan lari multi tahap, berjarak 20 meter. Kemudian melalui teknik tertentu menggunakan sport science, akan diukur kebugaran yang melaksanakan tes. Hasil tes ini akan menjadi parameter bagaimana pembinaan olahraga bisa dibangun dan terukur di Kalbar,” papar Jamalong. (mul)