Senin, 17 Februari 2020


MA Tolak Kasasi Perkumpulan Karate-Do Indonesia, Bruder Steph Bersyukur Konflik Perguruan Lemkari Berakhir

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 887
MA Tolak Kasasi Perkumpulan Karate-Do Indonesia, Bruder Steph Bersyukur Konflik Perguruan Lemkari Berakhir

FOTO BERSAMA - Pendiri PB Lemkari, SS Anton Lesiangi foto bersama dengan para karateka se-Indonesia, usai pembukaan Kejuaraan Karate Tingkat Nasional Kwarnus Cup dan Piala Anton Lesiangi I 2019, di Sport Hall Kampus UPI Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu

KONFLIK internal kepengurusan di Perguruan Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari), resmi mendapat kekuatan hukum. Konflik internal yang telah beberapa tahun terakhir ini, berakhir dengan keluarnya keputusan Kasasi dari Mahkamah Agung.

Adanya Putusan Kasasi dari MA tersebut, yang menyatakan sudah inkrah dan berakhirnya konflik internal tersebut. Dalam Amar Putusan Kasasi, ditulis bahwa Menolak Permohonan Kasasi Pengurus Besar Lembaga Karate-Do (PB Lemkari) Masa Bakti 2016-2020. Keputusan ini juga menghukum pemohon Kasasi membayar biaya perkara.

Putusan tersebut disambut dengan suka cita oleh Karateka yang Setia dengan Sang Pendiri, yakni Saiko Shihan Anton Lesiangi (Karateka DAN 9). Salah satunya seperti yang disampaikan oleh Bendahara Umum (Bendum) PB Lemkari, Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap. Saat dihubungi awak media, ia membenarkan hal tersebut, sambil menunjukkan salinan Putusan Kasasi MA.

“Ya, benar. Bahwa putusan tersebut sudah inkrah. Artinya dengan putusan tersebut, kita dapat berkiprah kembali, tanpa harus was-was. Kita bisa melaksanakan berbagai kegiatan dalam dunia perkaratean,” papar Bruder Stephanus.

Ketua FRKP Karateka Klub tersebut menyatakan, ia dihubungi oleh Ketua Umum PB Lemkari Anton Lesiangi, Jennie Monoarfa via telepon dan dikirimi salinan putusan via aplikasi WhatsApp.

“Ini adalah kado terindah bagi kami pengikut Setia Lemkari Anton Lesiangi. Juga meripakan hadiah khusus untuk Saiko Shihan Anton Lesiangi di awal Tahun 2020, “ ujarnya.

Bruder Steph bersyukur, keputusan tersebut tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh Karateka Lemkari, termasuk di Kalbar, yang terkena dampak dari kemelut ini. Karena adanya keserakahan oknum tertentu, sehingga memecah belah perguruan dan yang menjadi korban adalah atlet .

“Saya ingat, beberpa kali, atlet berprestasi Lemkari Anton Lesiangi dicekal saat akan bertanding. Walaupun pada akhirnya, dapat membuktikan bahwa atlet yang diperjuangkan tersebut dapat berprestasi dengan mempersembahkan Medali Perak untuk Kalbar,” kata Bruder Steph.

Sekarang, lanjut Bruder Steph, adalah saatnya berbenah. Bagi oknum yang dulunya “menyeberang” biarlah tetap berada di posisi mereka. Tidak perlu lagi kembali, karena Bruder Steph tahu, bahwa orang-orang seperti mereka tidak layak bersama Lemkari Anton Lesiangi yang merupakan pendiri.

“Usai adanya Putusan Kasasi, sudah ada yang coba mulai sok akrab, menghubungi via telepon, dengan harapan dapat kembali lagi. Kami tidak akan menerimanya,” tutur Bruder Steph.  

Sekarang, papar Bruder Steph,sedang diproses pemakaian Lambang dan Nama Perguruan.Ia berharap, dalam waktu dekat semakin jelas dan tuntas. FRKP Karate Klub di bawah naungan Lemkari Kalbar, siap memberikan bantuan hukum melalui Penasehat Hukum FRKP, bagi atlet dan orangtua yang merasa tertipu oleh iming-iming oknum tertentu dalam kasus tersebut.

“Yang terpenting saat ini, bagi Lemkari Anton Lesiangi Kalbar adalah berbenah, untuk kembali hadir di kancah dunia perkaratean dengan tujuan prestasi. Kita tingkatkan semangat Bushido dan tetap menjunjung tinggi sportivitas olahraga,” ujarnya.

Ketua Dewan Guru Lemkari Anton Lesiangi, Shuseki Shihan William Mantiri, penyandang Karateka DAN 8, juga telah menghubungi Bruder Steph. SS William Mantiri menyerahkan sepenuhnya kepada Bruder dan Shihan Kornelis, Karateka DAN 5, Anggota Dewan Guru Lemkari Anton Lesiangi, untuk membenahi dan menyeleksi pengurus, anggota dan karateka Lemkari Anton Lesingi di Kalbar.

“Semoga amanah ini dapat kami laksanakan dengan baik. Kami pada dasarnya tidak pernah mempermasalahkan oknuim jahat, yang hanya mengambil keuntungan pribadi, namun kami hanya memperjuangkan hak,” tutupnya. (mul)