Senin, 17 Februari 2020


Inter Habisi Milan dengan Mental pada Laga Derby Della Madonnina

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 68
Inter Habisi Milan dengan Mental pada Laga Derby Della Madonnina

Inter Habisi Milan dengan Mental pada Laga Derby Della Madonnina

DRAMA enam gol mewarnai duel klasik Liga Serie A Italia di pekan ke-23. Bertajuk Derby Della Madonnina, Inter Milan sebagai sang tuan rumah, sukses menghabisi AC Mian dengan skor telah 4-2.

Berlaga di Giuseppe Meazza, Senin (10/2) dini hari WIB, I Nerazzurri tertinggal dua gol di babak pertama, setelah Ante Rebic dan Zlatan Ibrahimovic mencetak gol pada menit ke-40 dan ke-45. Babak pertama sepenuhnya jadi milik Milan.
Memasuki babak kedua, Inter bangkit lewat dua gol cepat dalam selang dua menit dari Marcelo Brozovic di menit ke-51 dan Matias Vecino di menit ke-53. Stefan de Vrij membuat Inter berbalik unggul di menit ke-70 sebelum dimantapkan gol Romelu Lukaku di menit ke-94.
Inter menang 4-2 sekaligus menguasai puncak klasemen Serie A dengan 54 poin, unggul selisih gol atas Juventus di posisi kedua.

Kebobolan dua gol di babak pertama, ternyata Inter berhasil membalikkan keadaan dan menang 4-2. Itu berkat mental yang mantap betul (mantul).

I Rossoneri dibuat tak berdaya. Dalam catatan Opta, sepanjang sejarah Derby Milan di Serie A, ini baru kali kedua Inter mengalahkan Milan setelah ketinggalan dua gol atau lebih. Kesempatan pertama adalah pada November 1949 (6-5).

Selain itu, laga ini melahrkan 11 fakta unik, di antaranya untuk kedua kalinya Inter mampu mengalahkan AC Milan di Serie A setelah tertnggal dua gol lebih dulu, setelah yang pertama November 1949 (6-5). Inter untuk pertama kalinya menang di Serie A setelah tertinggal dua gol sejak Maret 2013 menghadapi Catania (3-2).
Zlatan Ibrahimovic, berusia 38 tahun 129 hari, adalah pencetak gol tertua di Derby Milan sepanjang sejarah Serie A. Bersama AC Milan, Zlatan Ibrahimovic terlibat dalam hadirnya lima gol dari empat duel kontra Inter Milan (4 gol, 1 assist).
Gelandang Inter, Anter Rebic mencetak empat gol dari tujuh pertandingan terakhirnya di Serie A, setelah tak mencetak gol maupun assist dari 18 pertandingan awal. Ini adalah Derby Milan dengan pencetak gol berbeda terbanyak di Serie A (enam) sejak Oktober 2006 (tujuh).

Inter tidak mendapat satupun tembakan tepat sasaran untuk keenam kalinya di Serie A musim ini. Ada tujuh peluang Inter dan Milan mengenai mistar di laga ini dan pertemuan sebelumnya, hanya laga Roma dan Lazio (delapan) yang punya lebih banyak di Serie A musim ini.
Stefan de Vrij mencetak gol sundulan pertamanya di Serie A sejak Maret 2019, juga menghadapi AC Milan. Marcelo Brozovic mencetak gol pertama Serie A sejak duel pertama kontra AC Milan musim ini, untuk kedua kalinya dia mencetak gol ke gawang tim yang sama di Serie A, setelah Cagliari di 2017/2018. Matias Vecino sudah terlibat dalam hadirnya tiga gol dari empat Derby Milan terakhirnya (dua gol, satu assist). (rtr)