Senin, 17 Februari 2020


PB ISSI Gelar Rakernas, Siap Terapkan 6 Program Menuju Olimpiade 2032

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 73
PB ISSI Gelar Rakernas, Siap Terapkan 6 Program Menuju Olimpiade 2032

PB ISSI Gelar Rakernas, Siap Terapkan 6 Program Menuju Olimpiade 2032

PENGURUS Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), akan menerapkan enam program utama. Program tersebut dalam rangka memuluskan kans Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Enam program yang akan diterapkan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2020 di Kantor KOI, FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Minggu (9/2). Rakernas PB ISSI 2020 mengusung tema “Menuju Tuan Rumah Olimpiade 2032”.

Hadir pada kesempatan tersebut  25 Pengurus Provinsi (Pengrov) ISSI. Namun tidak ada perwakilan dari KONI, KOI, maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kita akan akan mengkaji kembali enam program yang lama, yakni program fokus ke atlet, pelatih, wasit, event, venue maupun organisasi,” kata Raja Sapta.

Menurut pria yang akrab dipanggil Okto tersebut menjelaskan, enam program tersebut akan lebih besar lagi, karena 12 tahun dari sekarang, bukan hanya menjadi tuan rumah tapi bisa menang di Olimpiade 2032 nanti.

Rencananya, Okto akan meminta Pengprov untuk merekrut anak-anak berusia 12-14 tahun di setiap daerah untuk dibina. Ia ingin mendapatkan fakta anak-anak yang tinggal di ketinggian, paru-parunya lebih kuat agar lebih mudah dipersiapkan menjadi atlet balap Indonesia.

“Kami juga menyampaikan semua ini bahwa Pengprov adalah barisan terdepan untuk mengumpulkan calon atlet, pelatih, dan wasit di masa mendatang,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Okto juga ingin PB ISSI terus mempersiapkan diri jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 meski belum mengetahui lokasi perlombaan. “Kami dari federasi terus mempersiapkan diri apapun keputusannya, kami akan siap,” ujarnya.

Saat ini, PB ISSI juga tengah mempersiapkan para pembalap yang akan tampil pada Olimpiade Tokyo 2020. Setelah pembalap sepeda I Gusti Bagus Saputra cedera dan harus absen dalam beberapa kejuaraan BMX. Kini Toni Syarifudin dan Rio Akbar, yang jadi andalan pada kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Bagus mengalami cedera di sela-sela latihan menuju UCI BMX Supercross Wolrd Cup round 3 dan 4 di Australia pada 8-9 Februari. Peraih medali emas SEA Games 2017 itu juga sempat turun di seri world cup round 1 dan 2. Dia menempati peringkat 117 dan 125 sebelum pada akhirnya dia mengalami cedera.

Cederanya bagus membuat Dadang Haris Purnomo, pelatih timnas kepala timnas BMX Indonesia, melakukan perubahan program termasuk mendorong dua pebalap lain, Toni dan Rio, untuk tampil lebih maksimal agar poin Olimpiade-nya tidak turun jauh.

Indonesia saat ini menempati peringkat 19 dunia, sementara ranking perorangan Bagus berada di posisi ke-44, menyusul Rio di peringkat ke-54, dan Toni ke-179 dunia. Untuk bisa meloloskan minimal satu pebalap ke Olimpiade 2020, Indonesia harus menempati peringkat 11 dunia by nation.

"Sebenarnya ada enam seri termasuk Indonesian National Championship dan Jakarta International BMX 1 yang saya siapkan untuk Bagus, Toni, dan Rio. Tapi karena kondisi ini Bagus tidak bisa main, jadi dua pebalap lainnya yang back up," kata Dadang.

Indonesian National Championship dijadwalkan bergulir 14 Februari, sementara itu Jakarta International BMX 1 berlangsung keesokan harinya.

"Tentu dengan absennya Bagus di beberapa event bikin tim agak bergeser. Kalau ranking by nation akan update satu pekan lagi karena perhitungan round satu dan dua belum masuk," ujarnya. (ant)