Langganan SP 2

Istana Kaca di Kabupaten Sekadau

Wisata

Editor sutan Dibaca : 614

Istana Kaca di Kabupaten Sekadau
ISTANA- Kondisi bagian dalam Istana Kaca Sekadau (SP/Ist)
Mendagri M Roem Jadi Saksi Kerajaan Bergabung dengan NKRI

BANGUNAN bersejarah itu sudah mulai reyot. Lantainya berlubang dan atapnya banyak yang bocor. Bahkan pada fisik bangunan juga sudah tampak miring. Nyaris ambruk. Itulah kondisi sebenarnya, Istana Kaca Sekadau. Kini, bangunan bersejarah ini menunggu pemugaran dari Pemkab Sekadau.

Istana Kaca terletak di pusat kota Kabupaten Sekadau. Tepatnya di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Istana ini dulunya Kantor Kawedanan. Bangunan ini pernah menjadi saksi, bagaimana Kerajaan Sekadau menyatakan diri bergabung dengan NKRI, kemudian pihak kerajaan menandatangani pakta integritas kepada pemerintah pada 1958. 

Menariknya, pertemuan itu dihadiri Mohammad Roem, Menteri Dalam Negeri, datang ke Istana Kaca.
“Penandatanganan itu pada masa kepemimpinan Pangeran Agung Gusti Adnan Sekadau,” kata Raja Sekadau, Pangeran Agung Gusti Muhammad Effendi, kepada Suara Pemred.

Hari itu, selain bertemu Raja Sekadau, Suara Pemred  juga banyak berdiskusi dengan Ketua Keraton Kusuma Negara, Abang Junaedi bersama Sekjen Keraton Kusuma Negara, Abang Dedi Iskandaru.

Pangeran Muhammad Effendi menyebutkan, Istana Kaca didirikan pada 1927.  Disebut Istana Kaca, karena di dalam istana dulunya terdapat kaca besar. Kaca tersebut didatangkan dari Belanda, dan kayu penopang didatangkan dari Kecamatan Belitang. 

Tidak jauh dari Istana Kaca, terdapat Tugu Pancasila. Tugu itu, merupakan bagian dari Kerajaan Sekadau dan hanya dua tugu di Kalbar, yakni di Kabupaten Sekadau dan Mempawah.

“Tugu itu bukti dimulainya pemerintahan Swapraja yang melambangkan persatuan dan kesatuan suku pada saat itu,” tuturnya.

Istana Kaca memiliki delapan kamar, yakni empat kamar pada bagian kanan dan empat kamar bagian kiri. Tapi kondisi kamar tersebut sangat miris. Lantai kamar sudah pada berlubang.

Bahkan tiang penyangga bangunan istana ini dalam kondisi patah. Para penghuni rumah ini terpaksa mengganti penahan tiang penyangga sementara agar tidak ambruk. 

Jon, penguni Istana Kaca mengaku khawatir, bila suatu saat rumah yang ditempati sekarang tiba-tiba ambruk.   “Karena atapnya sudah banyak yang bocor, saya buat sendiri dan pasang atap lagi. Nanti sewaktu-waktu saya pindah, seng itu akan saya bawa lagi karena itu milik saya,” ujarnya.

Para sesepuh dan kerabat Kerajaan Sekadau berharap, Pemkab Sekadau melakukan pemugaran untuk Istana Kaca. Abang Junaedi mengatakan, istana ini merupakan milik seluruh masyarakat  Sekadau, sehingga perlu dijaga bersama.

“Karena dari istana inilah cikal-bakal terbentuknya Kabupaten Sekadau. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan dan dukungan, terhadap pembangunan Keraton Kusuma Negara di Desa Mungguk," tuturnya. (akhmal setiadi musran/loh)