Jumat, 06 Desember 2019


Disporapar Kalbar Andalkan Formulasi Promo Pariwisata “Rimba dan Budaya”

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 191
Disporapar Kalbar Andalkan Formulasi Promo Pariwisata “Rimba dan Budaya”

Disporapar Kalbar Andalkan Formulasi Promo Pariwisata “Rimba dan Budaya”

PONTIANAK, SP – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar, Natalia Karyawati, bertekad terus menggaungkan promosi pariwisata. Salah satu yang akan dilakukan adalah meningkatkan kerja sama dengan semua pihak.

Menurutnya, Kalbar punya "Rimba dan Budaya", yang jadi modal besar dalam meningkatkan kunjungan pariwisata. Untuk itu, melalui kerja sama semua pihak yang terarah dan terkoodinir dengan baik, maka semuanya akan bisa dikelola.

“Dari semua tingkatan, baik Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi, dan stakeholder, bisa menyatukan visi dan misi mengembangkan potensi pariwisata,” kata Natalia, kepada Suara Pemred, Kamis (26/9).

Kerja sama tersebut, lanjut Natalia, berupa promosi Kalbar melalui keunikan budaya yang ada dan melalui pesona alam yang mengagumkan di Kalbar dengan tema "Kalbar Rimba dan Budaya".

Natalia juga menyampaikan, jika Kalbar memiliki luas wilayah yang cukup besar yang dan setiap sektor bisa dikembangkan, agar pembangunan dapat membawa kemajuan untuk Kalbar. Untuk itu, ia pun mengharapkan sinergitas dari semua stakeholder terkait untuk memajukan sektor pariwisata di Kalbar. 

“Untuk sektor pariwisata, Kalbar telah memiliki Dinas Pariwisata yang selalu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan kepariwisataan Kalbar,” tuturnya.

Selain meningkatkan koordinasi dengan instansi di Kalbar, Disporapar juga terus melakukan perbaikan dan mengharapkan dukungan dari masyarakat. Misalnya berkolaborasi dengan Pemprov lain di Indonesia. Salah satunya adalah adanya Jakarta Travel Fair (JTF), yang diharapkan membawa suatu pencerahan dan kesempatan yang lebih baik.

“Harapannya juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalbar. Karena melalui JTF, secara tidak langsung, Pemprov DKI, telah mempromosikan Kota Pontianak dan Kalbar,” ujar Natalia.

Ia juga menyampaikan bahwa kinerja dari pembangunan kepariwisataan dapat diukur dari banyaknya kunjungan wisatawan ke suatu daerah dan mengahasilkan besaran nilai pajak ataupun yang menjadi pemasukan pendapatan daerah.

“Kami terus mendorong pertumbuhan perekonomian melalui pariwisata, pemasaran industri kepariwisataan Kalbar. Contohnya terjalin sinergi dengan baik antara pemerintah provinsi Kalbar dengan DKI Jakarta,” lanjut Natalia. (mul)