Ponticity post authorKiwi 25 Maret 2020 1,401

Korban Virus Corona di Kalbar Terus Bertambah, Patuhi Social Distancing

Photo of Korban Virus Corona di Kalbar Terus Bertambah, Patuhi Social Distancing

PONTIANAK, SP - Imbauan dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) sebelumnya dikenal dengan istilah ‘pembatasan interaksi sosial’ (social distancing), kemudian diperbaiki menjadi 'menjaga jarak secara fisik” (physical distancing), terus digalakan pemerintah.

Pemerintah mengimbau ada jarak yang harus dijaga dalam berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, dianjurkan menjaga jarak minimal 1-2 meter. Kemudian mencuci area wajah, tangan, serta pakaian yang digunakan setelah melakukan pertemuan dengan orang lain.

Penyebutan social distancing justru seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. Karena itu, pemerintah melakukan pendekatan dengan mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing.

Langkah tersebut diambil hati-hati, setelah melihat penanganan Covid-19 di sejumlah negara. Italia yang menggunakan konsep karantina wilayah (lockdown) dalam penanganan Covid-19.

Nyatanya, jumlah korban justru semakin besar, karena perilaku masyarakat yang tidak memenuhi perintah lockdown hingga ratusan orang. Mengutip penjelasan Menkopolhukam, Mahfud MD, korban di Italia masih berjatuhan, karena masyarakatnya tidak disiplin, bus-bus masih berjalan, orang saling menularkan, sehingga bisa menewaskan 789 orang, sekitar 800 orang dalam sehari.

Lockdown di samping agak kurang manusiawi, juga ternyata tidak efektif di Italia. Kedua, Indonesia melihat cara Inggris menangani Covid-19 dengan cara care immunity. Pemerintah membiarkan masyarakat bertarung di komunitas, sehingga penyakit dianggap menghilang.

Cara tersebut juga sangat tidak manusiawi, karena orang disuruh cari selamat sendiri-sendiri.  Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menerapkan physical distancing. Pemerintah ingin agar kontak dengan orang lain diminimalisir.

Kemudian, jika ada pertemuan, masyarakat diminta menjaga jarak hingga 1 meter, serta rajin membersihkan diri sesuai ketentuan pemerintah. Kebijakan ini pun ada pro-kontra.

Masyarakat ada yang meminta lockdown, tetapi mengritik begitu ada pembatasan kendaraan umum. Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan dari kerja harian juga kesulitan memperoleh uang akibat orang-orang bekerja di rumah. Menghadapi Covid-19 perlu kesabaran, kekompakan antara pemerintah dan rakyat untuk saling menjaga.

Di sisi lain, pemerintah juga akan menindak tegas orang-orang yang tidak menerapkan physical distancing. TNI-Polri beserta aparat daerah akan membubarkan masyarakat yang berkumpul demi mencegah penyebaran Covid-19, sesuai hasil Rapat Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19.

Pemerintah memutuskan, agar TNI dan Polri ikut turun tangan secara selektif dibantu Satpol PP di daerah-daerah untuk melakukan pembubaran terhadap kerumunan orang yang membahayakan.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mulai gerah. Istilah bengal sering terucap karena sudah beleter tetap tak diindahkan oleh warga. Tampak dalam postingan, Gubernur Sutarmidji bakal merazia dan mengelompokkan warga yang masih bandel sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Karena masih ada yang bandel, tetap kumpul di keramaian, maka kita akan ambil tindakan bersama TNI-Polri dan Satpol PP, kalau perlu yang ngumpul kita jadikan ODP,” kata Gubernur Midji.

Untuk semakin memaksimalkan imbauan agar melakukian social distancing, Bang Midji, tidak hanya menerapkan tangan besi, dengan menghukum orang-orang degel. Ia pun memperpanjang masa libur sekolah pelajar semua tingkat satuan pendidikan.

“Karena Ujian Nasional sudah ditiadakan, maka bagi pelajar tetap belajar di rumah saja. Anak sekolah akan masuk pada 10 April, atau melihat berbagai perkembangan selanjutnya,” papar Midji.

"Saya berharap masyarakat mematuhi ini, karena PDP kesannya ada peningkatan. Walaupun positifnya masih tiga, masyarakat hendaknya jangan di kerumunan, kalau tidak perlu, cukup di rumah jak," jelasnya.

Menurut Midji, untuk menekan agar penyebaran penularan Covid-19 di Kalbar, maka sebagian besar masyarakat alangkah baiknya untuk tetap di rumah dan menjaga jarak. Apabila masyarakat masih ada yang bandel dan menghiraukan instruksi pemerintah akan menindak tegas. 

"Suatu saat saya akan ngambil tindakan yang paling tegas. Tapi kalau sekarang kita lihat kerumunan massa tidak lagi, kecuali di Pasar, makanya kita tempatkan atau sediakan alat sterilisasi," tegasnya.

Sutarmidji juga menegaskan untuk tenaga medis yang menanggani Covid-19 akan diberikan insentif dari pemerintah. Apalagi Presiden sudah memutuskan hal tersebut. Insentif yang diberikan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Pemprov Kalbar juga akan mengganggarkan hal tersebut dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).  

Satu PDP Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalbar, dr Harisson kembali mengumumkan satu pasien yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, di RSUD dr Soedarso, Rabu (25/3). Hanya saja, Harisson belum bisa memastikan apakah pasien tersebut Positif Covid-19 atau tidak.

“Pasalnya hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar dari Kemenkes RI. PDP tersebut seorang pria umur 50 tahun, yang kita rawat di RSUD Soedarso. Ia telah meninggal dunia, pasien ini hasil laboratorium belum keluar, jadi belum tahu status dari pemeriksaan laboratoriumnya," jelas Harisson. 

Harisson menjelaskan almarhum mempunyai riwayat perjalanan ke Surabaya pada Februari. Kemudian pada 18 Maret 2020 dirawat di RS Swasta Kota Pontianak, dengan diagnosis pneumonia. Lalu 23 Maret, dipindahkan ke RSUD Soedarso dan dirawat di ruang isolasi dengan status PDP.

“Sebagai informasi, per 25 Maret 2020, pukul 08.00 WIB, sudah dua orang PDP yang meninggal dunia, namun hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar. Kita masih menunggu hasilnya dari Kemenkes RI,” ujarnya.

Kemudian jumlah pasien yang Positif Covid-19 ada tiga orang, PDP 22 orang yang dirawat di beberapa RS dan RSUD di Kalbar. Eks PDP yang telah dinyatakan Negatif Covid-19 ada 12 orang dan ODP sebanyak 1.808. (iat/yun/mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda