Sekadau post authorel 23 Maret 2020 137

Terdampak Covid-19, Tunggu Arahan Pemprov Kalbar

Photo of Terdampak Covid-19, Tunggu Arahan Pemprov Kalbar Logo MTQ XXVIII Kalbar di Kabupaten Sekadau

Meski Kalbar ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19, Panitia Tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau tetap menggelar gladi kotor pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII Kalbar di komplek Gedung Olahraga Jalan Merdeka Selatan, Minggu (22/3) pagi.

Ketua Bidang Protokoler dan Seksi Acara MTQ XXVIII Kalbar, Muhammad Isa mengatakan, digelarnya gladi kotor untuk melihat kesiapan setiap bidang di kepanitiaan MTQ XXVIII Kalbar 2020. “Waktu pelaksanaan yang semakin mendesak dan untuk penyesuaian terhadap lokasi, kita adakan gladi kotor di lokasi MTQ,” ujarnya.

Dijelaskan Isa, hal tersebut dilakukan supaya nantinya pada hari kegiatan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan. “Kalau kita tidak gladi resik, kita juga tinggal menunggu hari. Dengan adanya gladi ini kita melihat bidang mana saja yang belum siap,” katanya.

Meski demikian, Isa belum dapat memastikan, apakah MTQ akan tetap terlaksana sesuai jadwal atau harus ditunda, lantaran wabah Covid-19 seperti saat ini. “Kalau misalnya ditunda kami tidak keberatan, dan kalau tetap berlanjut sesuai jadwal kami sudah siap,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sekadau yang juga Ketua Harian MTQ XXVIII Kalbar di Kabupaten Sekadau, Zakaria saat dihubungi via WhatsApp (WA) mengatakan, persiapan MTQ terus berlangsung, meski terancam tertunda akibat Covid-19. Saat ini, Panitia Daerah MTQ XXVIII Kalbar masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbart terkait jadwal pelaksanaan.

“Untuk kegiatan MTQ kita sebagai panitia daerah tetap melaksanakan persiapan, termasuk tadi geladi kotor. Masalah lanjut atau tunda, kami tunggu situasi dan arahan,” ujarnya.

Zakaria menyebutkan, panitia daerah juga telah menyiapkan dua pilihan untuk pelaksanaan MTQ se-Kalbar. Jika nantinya dinyatakan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan, sebelumnya yakni 13-19 April 2020. Maka ada tambahan persyaratan, yaitu peserta harus dinyatakan sehat, dan setiap kontingen membawa tim medis untuk masing-masing kafilah.

“Jika tunda, kami siapkan untuk pengamanan sarana prasarana, agar pada pelaksana dapat digunakan dengan baik,” ungkapnya. (akh/yun)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda