Sintang post authorAdmin 19 Maret 2020 46

Jarot Buka RAT Koperasi Produsen Raja Swa, Minta Jaga Internal Anggota

Photo of Jarot Buka RAT Koperasi Produsen Raja Swa, Minta Jaga Internal Anggota SAMBUTAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno, membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Raja Swa, di Balai Ruai, Desa Bangun, Kecamatan Sepauk, kemarin. PROKOPIM PEMKAB SINTANG

SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno, membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Raja Swa, di Balai Ruai, Desa Bangun, Kecamatan Sepauk, kemarin.

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil MenenggahH Sudirman, Kepala Dinas PMPTSP Yosep Sudianto,dan anggota dewan Komisi B Bily Welsan

Dalam sambutanya, Jarot menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah menetapkan Desa Bangun sebagai desa koperasi.

“Yang pertama, Koperasi Plasma Bubui Nasi, yang kita buka rapat anggota tahunan pada tahun yang lalu. Dan ditambah kehadiran lagi Koperasi Raja Swa ini. Semogga menjadi contoh dan bentuk kemitraan dan bentuk kemajuan koperasi di Desa Bangun ini,” ujarnya.

Hadirnya koperasi produsen Raja Swa ini, kata Jarot, sebagai percontohan koperasi mandiri yang membentuk kemitraan perusahaan dengan masyarakat melalui koperasi. Ada koperasi plasma dan koperasi desa, yang mandiri seperti kedua koperasi tersebut sangat cepat kemajuannya.

“Yang perlu kita jaga dalam internal anggota adalah meningkat mutu dan kualitas serta pelatihan manajeman akutansi keuangannya. Biar semangkin meningkat kualitasnya kepengurusan koperasi produsen ini,” tuturnya.

Ia berpesan, jangan sampai di luar manajemen koperasi menggangu kinerja. Sebab, tantangan Koperasi Raja Swa lebih besar lagi.

Ia berharap, Koperasi Raja Swa menjadi terang dan garam bagi desa-desa lain.

“Kita kembangkan saja Koperasi Raja Swa ini. Anggota semakin luas dan anggota kita dari desa-desa sekitar mau bergabung dengan Koperasi Raja Swa,” ucapnya.

Jarot menambahkan, idealnya satu petani sawit mandiri jika mau mendapatkan pendapatan yang baik, minimal harus punya kebun dua kapling atau empat hektare, yang dikelola oleh koperasi yang bekerja sama dengan perusahaan.

Dengan begitu, bisa dihitung pendapatan per kapita masyarakat per bulannya. Sehingga, garis kemiskinan bisa dientaskan dari masyarakat di Desa Bangun ini, jika  penghasilan per hari rata-rata Rp200 ribu dari Koperasi Produsen Raja Swa.

“Langkah yang baik ini harus kita kembangkan bersama, melalui Koperasi Produsen Raja Swa. Sehingga mampu mensejahterakan masyarakat di sepauk ini,” katanya.

“Mari kita sama-sama membangun. Desa membangun, masyarakat membangun, koperasi membangun, pemerintah membangun, sehingga inilah mempercepat kemajuan di kecamatan sepauk,” pungkasnya.

Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas

Ketua Koperasi, Darius Anu mengatakan, RAT ini merupakan pertanggungjawaban pekerjaan pengurus dan pengawas koperasi.

“Ini perlu dan harus kita laksanakan setiap tahunnya. Ini yang kelima kalinya kita laksanakan dari pertama berdiri dan umur koperasi ini sudah berumur lima tahun, dengan luas 97,8 hektare, beranggotakan 76 orang,” paparnya.

Menurutnya, koperasi tersebut berjalan secara aturan sudah 60 persen. Buah sudah dipanen pada tahun 2018 lalu, dengan jumlah sebanyak 283 ton. Nilai pendapatan bagi hasil sekitar Rp400 juta, dibagi per hektare. Satu hektare mendapatkan sekitar Rp1,3 juta.

“Untuk sistem keuangan koperasi ini, bekerja sama dengan CU Keling Kumang untuk memproses data keuangan Koperasi Raja Swa, supaya membantu manajemen keuangan koperasi lebih baik,” katanya.

Ia juga berharap, agar pemerintah mendukung serta mengawasi kinerja Koperasi Raja Swa, agar tetap berjalan baik ke depannya. (hms/lha)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda